7 Bahaya Silent Treatment Dalam Hubungan, Bisa Bikin Cepat Putus

AKURAT.CO, Silent treatment merupakan perilaku yang cenderung memilih diam daripada berusaha berbincang bersama pasangan untuk membahas apa yang menjadi titik permasalahan. Silent treatment umumnya diterapkan salah satu pihak dari pasangan yang membuat hubungan menjadi kacau dan sulit untuk mengetahui kesalahan masing-masing.
Umumnya, seseorang yang memilih perilaku tersebut disebabkan karena pengalaman atau pola asuh yang tidak memberikan ruang untuk berpendapat ataupun berkomunikasi dengan baik, sehingga sulit untuk mengungkapkan apa yang dirasakan. Agar meminimalisir kesalahpahaman dalam hubungan, simak bahaya silent treatment berikut ini.
Dikutip dari beberapa sumber pada Senin (28/8/2023), inilah bahaya silent treatment serta cara mengatasinya.
Baca Juga: Kenali Tanda Dan Jenis Toxic Relationship!
7 Bahaya Silent Treatment
1. Konflik yang Tidak Terselesaikan
Bahaya silent treatment yang bisa dialami oleh kamu yang masih menerapkan prinsip ini jika bertengkar atau menemukan suatu masalah dalam hubungan adalah konflik yang tak kunjung terselesaikan. Mengapa demikian? karena diam yang diciptakan dalam sebuah hubungan saat sedang memiliki permasalahan tidak akan mampu menyelesaikan masalah dengan sendirinya. Memilih diam adalah langkah buruk dan kondisi yang kurang tepat dilakukan dalam hubungan.
Namun, jika kamu merupakan seseorang yang memerlukan waktu untuk tenang dan menghindari kekerasan dengan cara diam terlebih dahulu, beri penjelasan kepada pasangan kamu dan ajari pasangan kamu bagaimana caranya untuk mengerti kondisi kamu. Setelah waktu berpikir dan menenangkan diri selesai, permasalahan wajib segera diselesaikan agar tidak menimbulkan pertengkaran baru.
2. Membuat Hubungan Berakhir
Selanjutnya, bahaya silent treatment adalah dapat membuat hubungan berakhir. Masing-masing pasangan yang memilih untuk diam ketika ada masalah atau sulit untuk mengungkapkan perasaan yang dirasakan akan membuat pasangannya bingung dengan apa yang sebenarnya diinginkan. Jangan sampai, pasangan kamu menemukan kenyamanan di orang lain karena lebih terbuka mengenai perasaan yang sedang dirasakan. Hal tersebut tentu memicu berakhirnya suatu hubungan dan memilih untuk mencari seseorang yang bisa membangun hubungan lebih menyenangkan dibanding sebelumnya.
3. Terjadi Perubahan Perilaku Pada Pasangan
Kemudian, bahaya silent treatment adalah memicu perubahan perilaku pada pasangan. Perubahan perilaku pada pasangan bisa berubah sewaktu-waktu jika pasangannya terus-menerus memilih diam dan tidak membahas apa yang perlu dievaluasi dalam hubungan. Hubungan merupakan dua orang yang menyatu untuk mencapai satu tuju. Oleh karenanya, jika hanya satu orang yang berjuang, hubungan akan terasa berat dan melelahkan salah satu pihak. Untuk itu, silent treatment yang masih diterapkan bisa mengubah perilaku pasangan yang sudah lelah dengan permasalahan yang tak kunjung reda.
4. Menyebabkan Trauma Secara Emosional
Trauma secara emosional juga akan timbul akibat adanya silent treatment. Pasalnya, seseorang yang selalu disuguhi oleh perilaku dingin, diam dan tanpa alasan pasangan akan membuat dirinya merasa serba salah dan memicu trauma secara emosional. Pihak yang sering dirugikan akan merasa lelah dan tentu rasa ingin menyerah pasti lebih besar daripada mempertahankan.
5. Keintiman Dalam Hubungan Akan Berkurang
Selanjutnya, bahaya silent treatment sudah tentu akan membuat keintiman atau keharmonisan dalam hubungan berkurang. Hal tersebut bisa terjadi karena hubungan yang sering mengalami permasalahan dan menumpuk cenderung akan terkesan tidak membahagiakan dan meminimalisir komunikasi dalam hubungan tersebut. Untuk itu, silent treatment ini sangat berbahaya untuk diterapkan dalam hubungan secara terus-menerus.
6. Tidak Belajar Dari Kesalahan
Belajar dari kesalahan merupakan salah satu hal yang penting dilakukan dalam sebuah hubungan. Hal tersebut bisa menjadi evaluasi agar hubungan bisa menjadi lebih baik lagi. Ketika silent treatment dilakukan, tentu tidak ada evaluasi yang berjalan. Justru, akan membuat kesalahpahaman semakin besar dan memicu pengungkitan masalah lama yang belum tuntas.
7. Pemicu Toxic Relationship
Terakhir, bahaya silent treatment adalah dapat menjadi pemicu toxic relationship. Mengapa? karena hubungan yang larut dalam masalah dan tak kunjung selesai dapat membuat kedua belah pihak merasa tak nyaman dalam hubungan tersebut. Merasa mempertahankan hubungan yang sebenarnya malah menyakiti dirinya sendiri. Kondisi tersebut dapat memicu hubungan toxic yang semestinya perlu dihindari.
Cara Menghadapi Perlakuan Silent Treatment
- Belajar mengungkapkan perasaan dengan jujur
- Bersikap tenang
- Mencari solusi masalah bersama
- Melakukan komunikasi tanpa emosi dan dengan baik-baik
- Fokus pada hubungan yang ingin dipertahankan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





