Kenapa Sih Banyak Orang Emosi Ketika Di Jalan?

AKURAT.CO Setiap hari jutaan orang di seluruh dunia berbagi satu lingkungan yang sama yakni di jalan raya.
Jalanan yang dipenuhi kendaraan bermotor, pejalan kaki, sepeda dan berbagai moda transportasi lainnya adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Namun, tak bisa disangkal bahwa pengalaman di jalan raya sering kali dipenuhi oleh emosi negatif. Baik sebagai pengendara, pejalan kaki atau pengguna transportasi umum sering kali merasa terganggu, marah atau frustrasi saat berada di jalan.
Pertanyaannya adalah mengapa begitu banyak orang merasa emosi ketika melintasi jalan-jalan kota yang seharusnya menjadi jalan pintas menuju tujuan mereka?
Baca Juga: Mengendalikan Emosi Dengan Mengingat Keutamaan Sabar
Kemacetan lalu lintas adalah salah satu musuh utama ketenangan jiwa di jalan. Gambaran panjang jalan penuh dengan kendaraan yang bergerak dengan kecepatan yang melambat atau bahkan berhenti total menjadi pemandangan yang biasa.
Pengendara dan penumpang di dalam mobil merasa terjebak dalam keramaian yang tak berujung, sementara orang yang berjalan kaki kesulitan menyeberang jalan tanpa henti dari aliran kendaraan yang terus menerus. Kemacetan ini bukan hanya membuang-buang waktu berharga, tetapi juga memicu ketegangan yang meledak-ledak saat berusaha mencapai tujuan kita dengan cepat dan tanpa hambatan, selain kemacaetan ada beberapa penyebab lainnya yang bisa menimbulkan emosi ketika berada di jalan.
Penyebab Datangnya Emosi Ketika di Jalan
1. Kemacetan lalu lintas
Kemacetan lalu lintas adalah salah satu faktor utama yang membuat orang merasa emosi ketika di jalan. Waktu yang terbuang di jalan akibat kemacetan dapat mengganggu jadwal dan menyebabkan keterlambatan dalam berbagai aktivitas, seperti bekerja, mengantar anak-anak ke sekolah, atau hanya pulang ke rumah. Ketika kendaraan bergerak sangat lambat atau bahkan berhenti total dalam antrian panjang, stres dan frustrasi dapat dengan mudah muncul.
2. Perilaku pengendara yang buruk
Perilaku buruk dari pengendara lain, seperti mengemudi dengan agresif, menerobos lampu merah, atau tidak memberikan hak prioritas dapat menyebabkan konflik di jalan. Ketika orang merasa bahwa mereka tidak diberi penghormatan atau bahwa keselamatan mereka terancam oleh perilaku buruk pengendara lain, emosi seperti marah dan frustrasi seringkali muncul.
3. Kecemasan dan rasa khawatir
Beberapa orang yang berada dalam perjalan memiliki kepentingannya masing-masing, berangkat bekerja, sekolah, bertemu dengan klien dan sebagainya. Sehingga timbul rasa khawatir akan keterlambatan ketika di jalan.
4. Cuaca
Cuaca yang sangat panas atau hujan dapat menyebabkan stres dan kecemasan ekstra karena pengendara harus lebih waspada dan hati-hati.
5. Polusi kendaraan
Polusi dari kendaraan dapat menjadi penyebab datangnya emosi ketika di jalan, udara yang tercemar oleh polusi kendaraan dapat menganggu kualitas udara yang dihirup daat berkendara. Gangguan tersebut dapat mengakibatkan ketidaknyamanan saat berkendara apalagi yang menggunakan motor.
Baca Juga: 5 Cara Menerima Feedback Negatif Tanpa Emosi
Penting untuk diingat bahwa emosi yang muncul di jalan raya dapat mepengaruhi keselamatan dan kesejahteraan seseorang serta pengguna jalan lainnya.
Oleh karena itu, menjaga ketenangan dan kesabaran, mematuhi aturan lalu lintas dan menjalankan perilaku berkendara yang aman adalah kunci untuk menghindari konflik dan menjaga suasana hati yang positif di jalan raya. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









