Emotional Numbness: Saat Hati Mati Rasa dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Pernahkah kamu merasa hampa, seolah tidak bisa merasakan apapun meski berada dalam situasi yang biasanya memicu emosi tertentu? Kondisi ini dikenal dengan istilah emotional numbness atau mati rasa emosional.
Emotional numbness terjadi ketika seseorang kesulitan merasakan, mengenali, atau mengekspresikan emosi.
Secara psikologis, ini bisa menjadi bentuk perlindungan diri dari rasa sakit emosional atau trauma mendalam.
Namun, jika berlangsung lama, kondisi ini dapat mengganggu interaksi sosial, hubungan pribadi, bahkan kebahagiaan hidup.
Gejala Emotional Numbness
Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Sulit merasakan emosi positif maupun negatif.
-
Kehilangan minat pada aktivitas yang dulu menyenangkan.
-
Menarik diri dari lingkungan sosial.
-
Merasa hampa, kosong, atau tidak berarti.
-
Kesulitan mengungkapkan perasaan, bahkan ketika sedih atau marah.
-
Gangguan konsentrasi dan penurunan motivasi.
Penyebab Emotional Numbness
Baca Juga: Nunung Dapat Hadiah Rumah, Bantah dari Raffi Ahmad
Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:
-
Trauma emosional atau kejadian ekstrem, seperti kehilangan orang tercinta, pelecehan, atau kecelakaan.
-
Stres berkepanjangan, baik dari pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
-
Gangguan mental seperti depresi, PTSD, atau kecemasan.
-
Efek samping obat-obatan, terutama antidepresan atau penstabil suasana hati.
-
Faktor neurologis atau biokimia otak yang memengaruhi regulasi emosi.
-
Alexithymia, kondisi di mana seseorang kesulitan mengenali dan memberi nama pada emosinya.
Dampak Emotional Numbness
Jika tidak ditangani, emotional numbness dapat menimbulkan dampak serius:
-
Sulit membangun dan menjaga hubungan sehat.
-
Rasa kesepian dan isolasi sosial.
-
Penurunan produktivitas dan kualitas hidup.
-
Risiko berkembangnya gangguan mental yang lebih berat.
Cara Mengatasi Emotional Numbness
Ada beberapa langkah yang bisa membantu mengatasi kondisi ini:
Baca Juga: Ide Bisnis Frozen Food Paling Laris dan Untung
-
Sadari dan terima kondisi – akui bahwa kamu membutuhkan perhatian terhadap apa yang dirasakan.
-
Ekspresikan emosi – menulis jurnal, bercerita pada orang terdekat, atau menangis jika memang ingin.
-
Latihan mindfulness dan grounding – meditasi, pernapasan dalam, atau menyadari sensasi fisik agar lebih terhubung dengan emosi.
-
Lakukan aktivitas yang disukai – mulai kembali secara perlahan agar tubuh dan pikiran terbiasa dengan stimulus positif.
-
Jaga pola hidup sehat – tidur cukup, olahraga, pola makan seimbang, serta kurangi stres.
-
Konsultasi dengan profesional – psikolog atau psikiater dapat membantu dengan terapi perilaku kognitif atau terapi trauma.
Emotional numbness bukan sekadar perasaan “kosong”, melainkan kondisi serius yang bisa memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial.
Dengan mengenali gejalanya sejak dini dan melakukan langkah penanganan yang tepat, kamu bisa kembali terhubung dengan emosimu dan menjalani hidup yang lebih bermakna.
Jika kondisi terasa semakin berat, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










