Akurat

Mudah Emosi Saat Cuaca Panas? Begini Penjelasannya

Ratu Tiara | 24 Januari 2026, 09:18 WIB
Mudah Emosi Saat Cuaca Panas? Begini Penjelasannya

AKURAT.CO Saat cuaca panas ekstrem, tubuh kita tidak hanya mengalami ketidaknyamanan fisik, tetapi juga mengalami perubahan fisiologis dan psikologis yang membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi atau kehilangan kesabaran.

Para ahli menyebut bahwa panas ekstrem memengaruhi sumber daya emosional dan cara otak kita memproses stres.

Baca Juga: Apakah Boleh Minum Air Es saat Cuaca Panas? Ini Penjelasan Lengkap yang Akurat

Bagaimana Cuaca Panas Mempengaruhi Emosi?

1. Stres pada tubuh dan pelepasan hormon

Saat panas, tubuh bekerja keras mengatur suhu internal melalui keringat dan distribusi darah. Proses ini memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang bisa meningkatkan reaktivitas emosional dan membuat kita lebih mudah marah.

2. Pengurangan energi untuk mengatur emosi

Sebagian besar energi tubuh berfokus pada upaya pendinginan, sumber daya yang tersisa untuk berpikir logis atau pengendalian emosi menjadi berkurang.

Faktor Tambahan yang Memperparah Emosi Saat Panas

1. Gangguan Tidur

Panas pada malam hari bisa mengganggu kualitas tidur yang diperlukan untuk keseimbangan emosi.

Kualitas tidur yang buruk membuat kemampuan kita mengatasi stres berkurang sehingga mudah marah.

2. Lelah dan Ketidaknyamanan

Keringat berlebih, dehidrasi, atau rasa tidak nyaman fisik membuat pikiran lebih cepat terpicu hal-hal sepele sehingga emosi menjadi kurang stabil.

Baca Juga: 6 Efek Cuaca Panas terhadap Kesehatan: Waspadai Dehidrasi dan Heatstroke!

Tips Mengatasi Mudah Emosi Saat Cuaca Panas

1. Tetap Terhidrasi

Pentingnya minum air secara cukup untuk membantu tubuh dalam proses pendinginan dan mengurangi stres.

2. Cari Suasana Lebih Dingin

Jika perlu, lakukan aktivitas di dalam ruangan ber-AC atau tempat teduh pada puncak terik matahari untuk mencegah tekanan panas pada tubuh.

3. Atur Aktivitas di Sore atau Pagi Hari

Rencanakan aktivitas yang menuntut konsentrasi atau interaksi penting saat suhu tidak terlalu tinggi agar emosi tetap terkendali.

4. Jaga Kualitas Tidur

Gunakan kipas angin, AC, atau ventilasi yang baik di malam hari supaya tidur lebih nyaman dan emosi lebih stabil pada esok harinya.

Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh gerah, tetapi juga memicu emosi negatif dan reaktivitas yang lebih tinggi karena perubahan pada hormon serta kerja otak dan tubuh dalam menghadapi suhu tinggi.

Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan langkah sederhana untuk menjaga kondisi fisik dan mental, kita bisa mengurangi dampak negatif cuaca panas terhadap mood dan emosi.

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R