AKURAT.CO Puasa bisa memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh.
Saat seseorang menjalankan puasa, terutama dalam jangka waktu panjang tanpa makanan, tubuh kehilangan pasokan energi dari makanan yang biasanya diolah menjadi glukosa. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah baik menurun ke tingkat yang berbahaya maupun mengalami lonjakan saat berbuka.
Pada individu dengan kondisi normal (tidak mengidap diabetes), penurunan kadar gula darah selama puasa umumnya tidak berbahaya karena tubuh masih mampu melakukan kompensasi.
Namun, bagi penderita diabetes yang mengalami gangguan regulasi glukosa atau menggunakan insulin/obat penurun gula darah, kondisi ini bisa berisiko.
Tanpa asupan makanan yang cukup, mereka berisiko mengalami hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) yang dapat menyebabkan gemetar, pingsan, atau kondisi serius lainnya.
Baca Juga: Mengintip Manfaat Isomaltulosa Terhadap Lonjakan Drastis Kadar Gula DiabetisiSebaliknya, saat berbuka puasa, ada kecenderungan untuk mengonsumsi makanan secara berlebih atau makanan tinggi karbohidrat cepat cerna. Hal ini bisa memicu hiperglikemia (kadar gula darah terlalu tinggi), terutama jika tubuh tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau penyesuaian obat.
Oleh karena itu, bagi penderita diabetes yang hendak berpuasa, sangat penting menjalani konsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu untuk mengetahui apakah kondisi mereka memungkinkan puasa dengan aman.
Faktor seperti kontrol gula darah yang stabil, tidak memiliki komplikasi berat dan pengaturan obat yang tepat sangat menentukan.
Baca Juga: 46,9 Juta Orang Sudah Daftar Program CKG, Diabetes hingga Hipertensi Paling Banyak DitemuiDengan pendekatan yang tepat yakni sahur dan buka yang seimbang, memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, pengawasan kadar gula darah secara rutin, serta aktivitas fisik ringan, maka puasa justru bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki pola makan dan kontrol gula darah. Namun, tanpa persiapan dan pengaturan yang baik, puasa tetap membawa risiko bagi yang berisiko tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









