Mengintip Manfaat Isomaltulosa Terhadap Lonjakan Drastis Kadar Gula Diabetisi

AKURAT.CO, Menjaga asupan yang kita konsumsi merupakan salah satu hal utama yang perlu dilakukan oleh diabetisi (penderita diabetes). Peningkatan atau penurunan kadar gula darah secara drastis bisa saja mengancam jiwa jika tidak mendapatkan penanganan segera.
"Diabetes merupakan penyakit yang akrab kita dengar, padahal sebenarnya merupakan silent killer yang berbahaya. Diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun 2, dapat menyebabkan berbagai komplikasi yaitu penyakit radiovasukular, stroke, penyakit syaraf (neuropati), penyakit ginjal (nefropati), dan penyakit mata (retinopati)," kata dr. Marini Siregar, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dalam media briefing bersama Fahrenheit, di kawasan Menteng, Jakarta, baru-baru ini.
Terdapat dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kurangnya hormon insulin dalam tubuh yang dihubungkan dengan proses autoimun serta sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.
Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh dapat menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin dapat tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.
"Untuk itu, masyarakat perlu mengenal gejala-gejala diabetes agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Beberapa gejala yang mudah dikenali seperti rasa haus dan lapar yang berlebih, sering buang air kecil, penurunan berat badan secara tiba-tiba, lemah badan, cepat lelah, penglihatan mulai kabur, luka sembuh secara lambat, gatal-gatal pada kulit," jelas dr. Marini.
Oleh sebab itu, mereka yang sudah memiliki faktor risiko, perlu lebih memperhatikan apakah gejala-gejala tersebut sudah mulai dirasakan oleh tubuh.
Beberapa faktor risiko diabetes meliputi: riwayat keluarga, usia (> 45 tahun), riwayat diabetes melitus gestasional atau melahirkan bayi BBL > 4000 gr, berat badan berlebihan (obesitas), aktivitas fisik kurang, diet yang tidak sehat, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.
Maka, bila seseorang memiliki faktor risiko diabetes hendaknya menjalani gaya hidup sehat, seperti pemilihan asupan makanan yang seimbang kandungan nutrisinya serta berolah raga.
“Olahraga yang dilakukan tidak perlu yang berat, bisa berbentuk jalan seat, lari, atau bersepeda. Selain itu, kita juga harus bisa mengelola stres, karena saat stres, kadar gula darah akan naik, sehingga pada akhirnya tidak bisa mengelola diabetes dengan baik pula," tutur dr. Marini.
Ahli Gizi itu kembali menambahkan, bahwa masyarakat dan para diabetisi juga perlu menjauhi alkohol dan rokok karena keduanya mampu memicu diabetes untuk berkomplikasi menjadi penyakit yang lebih parah, seperti penyakit jantung, stroke, hingga penyakit mata.
"Di luar itu semua, yang juga menjadi kunci utama adalah memperhatikan asupan makanan shat untuk diabetisi. Makan sehat sangat penting, karena apa yang kita makan mempengaruhi kadar gula darah. Makanan harus memiliki zat gizi seimbang,” ujar dr. Marini.
“Sebisa mungkin, setiap kali makan, asupan makanan terdiri dari makanan sumber karbohidrat, protein, sayur dan buah. Jenis karbohidrat yang diasup juga merupakan hal yang penting karena sangat mempengaruhi kadar gula darah. Idealnya kaya akan serat, vitamin, mineral serta rendah akan gula tambahan, lemak ataupun sodium," tambahnya.
"Pada kondisi tertentu dimana asupan makan tidak adekuat, pasien DM juga dapat mengkonsumsi suplemen nutrisi agar kadar gula darah tetap dipertahankan, aktivitas sehari hari dapat berjalan dengan lancar serta untuk mempertahankan kualitas hidup diabetisi," tegas dr. Marini.
Salah satu jenis gula yang dapat dikonsumsi oleh diabetisi adalah isomaltulosa. Isomaltulosa adalah zat yang mirip sukrosa, yang mampu bertahan lebih lama, konstan dalam hal penyediaan energi yang diperlukan tubuh dan otak bila dibandingkan dengan sukrosa.
Isomaltulosa yang masuk bersama makanan/minuman akan diserap oleh tubuh 26-45% lebih lambat dari jenis gula lainnya dengan demikian gula darah stabil dan menimbulkan efek kenyang yang lebih lama.
Isomaltulosa memiliki beberapa keuntungan, seperti memungkinkan pasokan energi yang seimbang dan berkelanjutan, mendukung diet rendah glikemik rendah, meningkatkan metabolisme, manajemen berat badan dan pembakaran lemak, serta memfasilitasi produk yang aman juga bagi gigi.
"Pada intinya, kandungan ini menjadi salah satu kunci keseimbangan nutrisi harian diabetisi. Hasilnya akan lebih maksimal karena juga disinergikan dengan Whey, Omega 3, Omega 6, dan atrium yang rendah," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




