Akurat

5 Tanda Kepribadian Lebih Matang secara Emosional Dibandingkan Orang Lain, Menurut Psikologi

Eko Krisyanto | 20 Januari 2025, 20:00 WIB
5 Tanda Kepribadian Lebih Matang secara Emosional Dibandingkan Orang Lain, Menurut Psikologi

AKURAT.CO Sebagai Individu, setiap manusia memiliki kecepatan pertumbuhan atau kematangan secara emosional yang unik.

Sebagian merasa dipahami, dihargai dan dihormati adalah kebutuhan secara umum yang menunjukkan kematangan emosi

Apakah Anda ingin tahu lebih dalam tentang kebutuhan emosional atau ingin mengembangkannya lebih lanjut? Berikut penjelasannya, sepeerti dikutip dari berbagai sumber (Senin, 20/1/2025).

1. Pengaturan emosi diri

Emosi diri merupakan salah satu penanda jelas dari kematangan emosi.

Ini bukan tentang memupuk emosi yang ada dalam diri, namun tentang mengelola serta memahami secara seleftif.

Sebagai individu yang matang secara emosional, perlu disadari bahwa emosi terkadang keluar dengan cara yang kurang baik atau meledak-ledak.

Hal ini juga biasa didorong karena keputusan impulsif oleh perasaan sesaat.

Maka dari itu, kemampuan emosi adalah baik bagi individu untuk mengakui perasaan dan memahami bagaimana yang dirasakan, agar dapat menentukan dengan tepat cara pengelolaan yang benar.

Baca Juga: Temukan Dirimu! Tes Kepribadian Berdasarkan Bentuk Telinga Mengungkap Sifat Tersembunyi Kamu

2. Seberapa dalam hubungan

Tanda lain dari kematangan emosi biasa di dapat dari hubungan emosional yang dibentuk antara seseorang dengan yang lainnya.

Sebagian tidak akan tertarik dengan hubungan yang tak bermakna atau persahabatan yang tidak erat.

Sebaliknya, seseorang kerap berinvestasi hubungan pada seseorang yang bermakna atau yang memberikan rasa penghormatan dan menghargai.

3. Kenyamanan dalam kesendirian

Kenyamanan pada dasarnya berada dalam kebersamaan diri yang merupakan indikator kuat seseorang dalam kematangan emosionalnya.

Manusia cenderung tidak bergantung pada interaksi stabil untuk merasa puas.

Seseorang juga menghargai kesempatan waktu dalam kesendirian untuk merenung dan mengisi ulang energi yang habis.

Pikiran manusia itu sendiri sudah terbentuk untuk tidak takut dalam kesendirian, dan juga kerap memanfaatkan hal tersebut pafda kemanfaatan untuk pengembangan diri.

Baca Juga: Tes Kepribadian Ilusi Optik: Gambar Pertama yang Kamu Lihat Mengungkap Sifat Asli dan Kualitas Tersembunyi!

4. Mengakui Ketidaksempurnaan

Individu yang matang secara emosional biasa tidak akan mengakui bahwa dirinya sempurna, namun mereka dapat melihat ke cermin dan mengakui dengan apa adanya bahwa diri mereka layak dan wajar akan adanya kekurangan.

Situasi ini biasa disebut dengan, tingkat kedewasaan emosional yang tinggi daripada orang lain.

Karena hanya sebagai orang yang memang mampu dan dapat memahami bahkan diri sendiri, terkait dengan kesempurnaan.

5. Empati pada orang lain

Adanya empati yang timbul pada seseseorang merupakan kedewasaan secara emosional.

Hal ini didasari dari perasaan kasihan yang menunjukan kepeduliaan dan pemahaman pada perasaan mereka.

Secara alamiah manusia kerap menempatkan diri pada posisi orang lain dan memahami paradigma mereka saat empati tersebut timbul.

Manusia juga cenderung memberikan perhatian penuh kepada mereka yang berbagi cerita hidup atau pikiran. (Berlian Rahmah Dewanto)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK