Akurat

Cheating Day: Boleh Makan Enak Saat Diet, tapi Perlu atau Tidak?

Herry Supriyatna | 24 November 2025, 23:45 WIB
Cheating Day: Boleh Makan Enak Saat Diet, tapi Perlu atau Tidak?

AKURAT.CO Siapa yang tidak menantikan hari ketika bisa menyantap pizza, burger, atau dessert favorit tanpa rasa bersalah?

Dalam dunia diet, momen itu dikenal sebagai cheating day—hari khusus untuk memberi jeda dari aturan makan yang ketat.

Konsep ini terdengar menyenangkan, tapi juga menimbulkan pertanyaan besar: benarkah cheating day diperlukan, atau justru bisa menghambat diet?

Perdebatan ini sering muncul, terutama di kalangan yang serius menurunkan berat badan atau menjaga pola makan sehat. Mari mengenal konsepnya lebih dalam.

Apa Itu Cheating Day?

Cheating day adalah hari ketika seseorang memperbolehkan diri makan lebih bebas dari menu diet biasanya.

Berbeda dari cheat meal yang hanya berlaku satu kali makan, cheating day berlangsung sepanjang hari.

Tujuannya bukan sekadar “balas dendam” makan, tetapi memberi fleksibilitas agar diet terasa manusiawi dan berkelanjutan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa asupan kalori tambahan sesekali dapat memengaruhi hormon lapar—seperti leptin dan ghrelin—yang mengatur nafsu makan dan metabolisme.

Baca Juga: Cara Praktis Membedakan Emas Asli dan Palsu, Biar Tak Tertipu Saat Membeli

Manfaat Cheating Day

Jika dilakukan dengan terencana dan terkontrol, cheating day dapat menawarkan beberapa keuntungan:

Menjaga Motivasi

Adanya satu hari fleksibel membuat diet terasa lebih realistis dan menyenangkan.

Mengisi Ulang Energi

Cocok bagi yang aktif berolahraga atau menjalani rutinitas fisik berat.

Menstabilkan Metabolisme

Diet terlalu ketat dalam waktu lama dapat menurunkan metabolisme. Cheating day dapat membantu menstimulasi kembali.

Menciptakan Hubungan Sehat dengan Makanan

Fleksibilitas membuat diet tidak terasa sebagai “hukuman”.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cheating Day?

Timing sangat penting. Beberapa panduan yang bisa diikuti:

  • Setelah ada progres nyata, misalnya diet sudah konsisten 3–4 minggu.

  • Saat mulai jenuh atau burnout, untuk menyegarkan mental.

  • Sebagai bentuk reward, setelah mencapai target tertentu.

  • Di hari aktivitas fisik tinggi, agar kalori ekstra terserap lebih baik.

Cara Menjalankan Cheating Day dengan Bijak

Agar tidak kebablasan, terapkan strategi berikut:

Baca Juga: Nusron Wahid Yakin Pemangkasan Masa Hak Atas Tanah di IKN Tak Ganggu Investasi

  • Batasi frekuensi — umumnya 1 kali per minggu sudah cukup.

  • Rencanakan makanan, jangan seluruh hari diisi makan bebas tanpa kontrol.

  • Nikmati dengan porsi wajar, bukan makan sampai kekenyangan ekstrem.

  • Pilih hari aktif, misalnya saat olahraga.

  • Gunakan mindful eating—kunyah perlahan dan dengarkan sinyal kenyang.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Cheating day tetap memiliki sisi lain:

  • Makan berlebihan, sehingga defisit kalori hilang.

  • Rasa bersalah, karena mindset “curang”.

  • Gangguan pencernaan, terutama jika konsumsi gula dan lemak tinggi.

  • Tidak cocok untuk semua diet, seperti keto yang sangat rendah karbohidrat.

Tips Aman dan Realistis

  • Pilih makanan favorit, bukan yang sekadar tersedia.

  • Tetap bergerak—jalan kaki, stretching, atau olahraga ringan.

  • Catat pola makan untuk evaluasi.

  • Pertimbangkan mengganti istilah “cheat day” menjadi “treat day” atau “hari fleksibel” agar lebih positif.

Intinya, cheating day bukan keharusan, namun dapat menjadi strategi efektif untuk menjaga motivasi, keseimbangan mental, dan keberlanjutan diet. Kuncinya adalah kontrol, perencanaan, dan kesadaran diri.

Jika dilakukan dengan bijak, cheating day justru membantu diet terasa lebih realistis dan menyenangkan—tanpa mengorbankan hasil jangka panjang.

Baca Juga: Diet Sehat Tanpa Ribet dan Mahal? Bisa!

Laporan: Nia Ayunia/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.