AKURAT.CO Calorie cycling mulai populer karena dianggap lebih realistis untuk dijalani dibanding diet ketat yang harus menahan kalori setiap hari.
Banyak orang merasa pola makan yang naik turun ini membuat diet terasa lebih fleksibel dan tidak terlalu menekan.
Lantas bagaimana sebenarnya calorie cycling bekerja dan apa saja manfaatnya untuk tubuh?
Baca Juga: Tips Sehat Lebaran: Jaga Pola Makan dan Hindari Makanan yang Dipanaskan Berulang
Apa Itu Calorie Cycling
Calorie cycling adalah pola makan yang mengatur variasi asupan kalori harian. Ada hari dengan kalori rendah, sedang, dan tinggi. Tujuannya agar tubuh tidak merasa sedang dibatasi terus menerus sehingga metabolisme tetap aktif. Metode ini sering dipilih oleh orang yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus selalu berada dalam defisit kalori yang ketat.
Beberapa riset menunjukkan bahwa calorie cycling bisa memberikan hasil penurunan berat badan yang mirip dengan diet rendah kalori. Namun pola ini dinilai lebih ramah terhadap metabolisme dan motivasi jangka panjang.
Baca Juga: Bagaimana Menghitung Kalori Harian yang Diperlukan Anak Remaja dan Dewasa Baik Itu Pria Maupun Wanita? Manfaat Calorie Cycling
-
Mencegah Metabolisme Melambat
Pergantian hari rendah dan tinggi kalori membantu tubuh tetap berada pada ritme normal. Metabolisme tidak mudah menurun karena tidak merasa kekurangan energi setiap hari.
-
Memberi Rasa Fleksibel dalam Diet
Adanya hari dengan asupan kalori lebih tinggi membuat diet terasa lebih ringan. Kamu tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa merasa bersalah.
-
Mendukung Pemeliharaan Massa Otot
Asupan kalori yang bervariasi memberi ruang bagi tubuh untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama protein, yang penting dalam menjaga massa otot.
-
Meningkatkan Kesehatan Mental Selama Diet
Pola diet yang tidak monoton dapat membantu kamu menghindari kejenuhan. Proses diet terasa lebih bersahabat dan lebih mudah untuk dijalani dalam jangka panjang.
Baca Juga: Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Tubuh Berdasarkan Aktivitas Fisik
Cara Memulai Calorie Cycling
1. Atur Jadwal Hari Rendah, Sedang, dan Tinggi Kalori Pola yang paling mudah adalah mengikuti siklus mingguan.
Misalnya Senin kamu mulai dengan kalori rendah sekitar 1200 sampai 1500 kalori untuk memicu pembakaran lemak.
Selasa masuk ke kalori sedang sekitar 1800 kalori agar tubuh tetap bertenaga. Rabu dinaikkan ke kalori tinggi sekitar 2200 sampai 2500 kalori supaya metabolisme tidak melambat. Pola ini bisa diulang, seperti Kamis kembali rendah, Jumat sedang, lalu Sabtu tinggi sebagai hari untuk mengisi ulang energi. Minggu bisa kamu pilih mau sedang atau rendah tergantung kebutuhan dan aktivitas.
2. Hitung Kebutuhan Kalori Pribadi
Kebutuhan kalori tiap orang berbeda. Usia, berat badan, dan tingkat aktivitas sangat memengaruhi.
Gunakan aplikasi atau kalkulator kalori untuk menentukan batas aman harian sebelum mulai membuat siklusnya.
3. Pilih Makanan Bernutrisi Selain Jumlah Kalori Meskipun jadwal kalori berubah setiap hari, kualitas makanan tetap yang utama.
Penuhi kebutuhan protein, sayuran, buah, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks supaya tubuh tetap mendapatkan nutrisi lengkap.
Catat perubahan energi, tidur, dan berat badan. Kalau merasa terlalu lemas di hari rendah kalori, kamu bisa menyesuaikan porsinya.
Calorie cycling bersifat fleksibel sehingga tinggal disesuaikan dengan kondisi tubuhmu sendiri.
Calorie cycling bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin diet namun tetap merasa nyaman. Pola ini memberi ruang lebih fleksibel tanpa meninggalkan prinsip dasar yaitu menjaga asupan kalori dan memilih makanan bernutrisi.
Jika dijalani dengan konsisten, calorie cycling dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus mempertahankan gaya hidup sehat.
Nadira Maia Arziki (Magang)