Minyak Alpukat, Kelapa, dan Zaitun: Mana yang Lebih Baik?

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, pilihan jenis minyak untuk konsumsi harian menjadi perbincangan hangat. Minyak alpukat, kelapa, dan zaitun sering disebut-sebut sebagai alternatif sehat pengganti minyak goreng biasa.
Namun, manakah yang terbaik? Para pakar gizi dan hasil riset ilmiah memberikan jawabannya.
1. Minyak Zaitun (Olive Oil): Bintang Mediterania
Minyak zaitun, terutama yang extra virgin, telah lama menjadi bagian utama dari diet Mediterania yang terkenal menyehatkan jantung. Studi PREDIMED (Primary Prevention of Cardiovascular Disease with a Mediterranean Diet), yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine (2013), menyimpulkan bahwa konsumsi minyak zaitun extra virgin secara rutin dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit jantung hingga 30%.
Menurut Dr. Walter Willett, profesor nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, “Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan polifenol antioksidan, menjadikannya sangat baik untuk kesehatan jantung.”
Kelebihan:
- Kaya asam oleat (MUFA)
- Mengandung antioksidan alami (polifenol)
- Stabil untuk memasak suhu sedang
- Terbukti menurunkan risiko penyakit jantung
2. Minyak Kelapa: Pro-Kontra yang Terus Bergulir
Minyak kelapa sempat naik daun karena kandungan lemak jenuhnya yang unik: asam laurat, yang termasuk medium-chain triglycerides (MCT). MCT dikenal cepat diubah menjadi energi dan tidak mudah disimpan sebagai lemak. Namun, American Heart Association (AHA) dalam advisnya tahun 2017 memperingatkan bahwa minyak kelapa meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) hampir setara dengan lemak hewani.
Dr. Frank Sacks, profesor kardiologi di Harvard, menyatakan: “Meski ada manfaat dari MCT, konsumsi minyak kelapa tetap perlu dibatasi karena kandungan lemak jenuhnya tinggi.”
Kelebihan:
- Mengandung MCT (cepat diubah jadi energi)
- Stabil untuk memasak suhu tinggi
- Potensi antibakteri dan antijamur alami
Kekurangan:
- Meningkatkan LDL jika dikonsumsi berlebihan
- Minim kandungan antioksidan dibanding zaitun
3. Minyak Alpukat: Si Pendatang Baru yang Potensial
Minyak alpukat memiliki profil lemak yang sangat mirip dengan minyak zaitun: tinggi asam oleat (MUFA), tetapi dengan smoke point yang lebih tinggi (hingga 270°C), menjadikannya ideal untuk memasak suhu tinggi seperti menumis dan menggoreng ringan.
Studi dalam Journal of Nutrition (2019) menunjukkan bahwa konsumsi minyak alpukat dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (baik) dan menurunkan peradangan. Selain itu, minyak ini kaya akan vitamin E dan lutein, baik untuk kulit dan mata.
Menurut Dr. David Heber dari UCLA, “Minyak alpukat menggabungkan stabilitas termal dengan manfaat jantung yang serupa dengan minyak zaitun.”
Kelebihan:
- Kaya MUFA dan vitamin E
- Cocok untuk memasak suhu tinggi
- Baik untuk kesehatan kulit dan mata
Mana yang Terbaik?
Jika berbicara dari sisi kesehatan jantung dan antioksidan, minyak zaitun extra virgin menempati posisi tertinggi, didukung bukti kuat dari studi epidemiologi dan klinis.
Namun, untuk memasak dengan suhu tinggi, minyak alpukat menjadi pilihan unggul karena stabil dan tetap sehat. Sementara minyak kelapa bisa digunakan sesekali dalam jumlah sedang, terutama jika mengejar manfaat cepat energi dari MCT—namun tidak dianjurkan sebagai minyak utama harian oleh sebagian besar pakar jantung.
Rekomendasi Praktis :
- Gunakan minyak zaitun untuk salad, marinasi, dan tumis suhu sedang.
- Pilih minyak alpukat untuk menumis suhu tinggi atau memanggang.
- Gunakan minyak kelapa hanya sesekali, khusus untuk olahan tropis atau diet khusus seperti ketogenic.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








