Pasukan Pemerintah Suriah Klaim Kuasai Deir Hafir, SDF Mundur ke Timur Eufrat

AKURAT.CO Pasukan pemerintah Suriah mengumumkan telah sepenuhnya menguasai kota strategis Deir Hafir di wilayah timur pedesaan Aleppo, setelah pasukan Syrian Democratic Forces (SDF) yang dipimpin kelompok Kurdi menarik diri ke arah timur Sungai Eufrat.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah pada Sabtu, Komando Operasi Angkatan Darat Arab Suriah menyatakan pihaknya telah menetapkan “kendali militer penuh” atas Deir Hafir menyusul mundurnya pasukan SDF dari wilayah tersebut.
Militer Suriah menyebutkan pasukannya kini melakukan pengamanan kota, termasuk pembersihan ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak. Setelah menguasai Deir Hafir, pasukan pemerintah langsung melanjutkan operasi militer ke wilayah lain.
Pasukan Suriah dilaporkan bergerak menuju Maskanah dan Dibsi Afnan, dua kota yang berada di sebelah barat Sungai Eufrat. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas dan mengonsolidasikan kendali pemerintah atas kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi wilayah konflik.
Penguasaan Deir Hafir terjadi setelah beberapa hari tekanan militer dan serangan udara yang dilancarkan pasukan pemerintah terhadap posisi SDF di wilayah tersebut. SDF, yang kekuatan utamanya berasal dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG), disebut mundur secara taktis ke wilayah timur Eufrat yang selama ini menjadi basis utama mereka.
Perkembangan ini menandai keberhasilan penting bagi pemerintah Suriah dalam upaya memperkuat kembali kendali atas wilayah timur laut negara tersebut, seiring perubahan politik di Damaskus.
Perubahan kendali wilayah ini juga berdampak pada dinamika keamanan regional, khususnya bagi Türkiye. Pemerintah Turki memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Ankara.
Meski kemajuan pasukan Suriah terhadap SDF berpotensi sejalan dengan kepentingan keamanan Türkiye dalam melemahkan YPG, situasi ini juga meningkatkan risiko ketegangan baru. Pasukan pemerintah Suriah dan kelompok yang didukung Iran kini semakin mendekati wilayah-wilayah tempat Türkiye mempertahankan kehadiran militernya di Suriah utara.
Kondisi tersebut menciptakan dinamika yang kompleks dan berpotensi sensitif di kawasan, sehingga memerlukan upaya diplomasi yang cermat untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









