Pemilu Uganda: Akses Internet Nasional Diblokir, Oposisi Tertekan

AKURAT.CO Pemerintah Uganda memutus akses internet secara nasional pada Selasa waktu setempat, dua hari menjelang pemilihan umum presiden yang kembali diikuti Presiden Yoweri Museveni. Kebijakan ini diterapkan di tengah meningkatnya tekanan terhadap kelompok oposisi saat Museveni berupaya memperpanjang kekuasaannya yang telah berlangsung selama sekitar 40 tahun.
Museveni, yang kini berusia 81 tahun, diperkirakan akan memenangkan masa jabatan ketujuh pada pemungutan suara Kamis mendatang. Hal itu didukung oleh kendalinya yang kuat atas lembaga negara dan aparat keamanan. Namun, pemerintah tetap memperketat pengamanan menghadapi tantangan dari kandidat oposisi populer, Bobi Wine, mantan penyanyi berusia 43 tahun yang beralih ke dunia politik dan berhasil menarik massa besar dalam kampanyenya.
Meski kampanye Bobi Wine kerap diwarnai tindakan represif aparat, Museveni tetap menggelar rapat umum terakhirnya di ibu kota Kampala pada Selasa. Akses peliputan bagi media internasional dibatasi secara ketat. Sejumlah jurnalis asing yang telah mengantongi akreditasi dilaporkan ditolak masuk ke lokasi acara dan bahkan diancam akan ditangkap.
“Kamera Anda tidak diterima di sini,” ujar seorang anggota Special Forces Command (SFC) kepada wartawan, seperti dilaporkan AFP.
Kelompok hak asasi manusia dan pemantau internasional menyebut ratusan pendukung oposisi telah ditangkap menjelang pemilu. Tokoh oposisi lain, Kizza Besigye—yang empat kali menantang Museveni—hingga kini masih menjalani persidangan di pengadilan militer setelah diculik di Kenya pada 2024 dan dipulangkan secara paksa ke Uganda.
Internet Diputus dengan Alasan Cegah Misinformasi
Pemutusan akses internet mulai terasa sekitar pukul 15.00 GMT, Selasa, sebagaimana dikonfirmasi jurnalis AFP di lapangan. Lembaga pemantau internet NetBlocks melaporkan terjadinya gangguan konektivitas berskala nasional di Uganda.
Sebelumnya, Komisi Komunikasi Uganda memerintahkan penyedia layanan internet menghentikan akses dengan alasan untuk mencegah “misinformasi” dan “hasutan kekerasan.” Pemutusan akses disebut akan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.
Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait kebijakan ini. Seorang pejabat mengatakan kepada AFP bahwa tidak ada pihak yang ingin “bertanggung jawab langsung” atas keputusan tersebut.
Langkah serupa pernah dilakukan pada pemilu 2021, yang kala itu diwarnai tuduhan kecurangan dan kekerasan aparat. Pemerintah Uganda sempat membantah rencana pemutusan internet kali ini, bahkan menyebut isu tersebut sebagai informasi menyesatkan dalam unggahan resmi pada 5 Januari lalu.
Kampanye Terakhir dan Respons Warga
Meski dijaga ketat aparat, ribuan orang tetap menghadiri rapat umum Museveni di Kololo National Ceremonial Gardens. Acara tersebut dimeriahkan maskot Museveni berukuran manusia yang melambaikan tangan secara mekanis kepada massa.
Sebagian pendukung menyatakan tetap memilih Museveni karena dianggap membawa stabilitas sejak 1980-an. “Empat puluh tahun tidak masalah, kami bahkan masih membutuhkan dia,” ujar Banura Oliver (41).
Namun, ada pula warga yang mengaku hadir hanya karena iming-iming makanan gratis. “Anda memberi saya makan hari ini, tapi bagaimana dengan besok?” kata Mugaala (23), warga pengangguran yang enggan menyebutkan nama lengkapnya.
Pemilu Uganda kali ini kembali menjadi sorotan internasional di tengah kekhawatiran atas kebebasan sipil, netralitas aparat, dan transparansi proses demokrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








