Akurat

Nigeria Kirim Jet Tempur Bantu Benin Usai Upaya Kudeta Gagal

Fitra Iskandar | 8 Desember 2025, 22:15 WIB
Nigeria Kirim Jet Tempur Bantu Benin Usai Upaya Kudeta Gagal

 

AKURAT.CO Nigeria mengirim jet tempur dan pasukan darat pada Senin untuk membantu pemerintah Benin setelah upaya kudeta gagal terjadi di negara tetangga tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah krisis politik di Benin yang kini berhadapan dengan ancaman jihadisme serta menjadi jalur perdagangan penting di Afrika Barat. Intervensi Nigeria di Benin menjadi sorotan karena dinilai sebagai upaya mempertahankan stabilitas kawasan.

Ini merupakan operasi militer luar negeri pertama Nigeria dalam hampir satu dekade. Analis menyebut, Nigeria khawatir jika rezim militer mengambil alih kekuasaan di Benin, kondisi tersebut dapat memicu ketidakstabilan politik dan keamanan regional. Selain itu, tindakan Nigeria dalam merespons upaya kudeta di Benin dinilai terkait kekhawatiran penyebaran kekerasan lintas batas.

Presiden Nigeria, Bola Tinubu, memerintahkan pengerahan jet tempur pada Minggu untuk menguasai ruang udara Benin. Langkah itu dilakukan setelah Presiden Benin Patrice Talon, sekutu dekat Tinubu, berupaya meredam kudeta yang dilakukan sekelompok kecil tentara. Operasi tersebut melibatkan misi pengawasan, intervensi cepat, serta koordinasi langsung dengan pemerintah Benin.

Nigeria menyatakan operasi ini akan diperkuat dengan pengerahan pasukan dari Sierra Leone, Pantai Gading, dan Ghana melalui blok regional ECOWAS. Langkah ini menunjukkan keseriusan kawasan dalam mencegah perubahan kekuasaan melalui cara non-konstitusional.

Kekhawatiran Perbatasan dan Risiko Keamanan

Nigeria terakhir kali melakukan intervensi pada 2017 saat Presiden Gambia Yahya Jammeh menolak turun setelah kalah pemilu. Namun respons Nigeria terhadap kudeta di Mali, Burkina Faso, dan Niger sebelumnya dianggap lebih pasif.

Menurut analis keamanan dari Verisk Maplecroft, Mucahid Durmaz, situasi Benin berbeda karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan area rawan jihadisme di Nigeria. “Kudeta di Benin bisa memicu ketidakstabilan, perdagangan ilegal, hingga penyelundupan senjata yang berpotensi mengguncang ekonomi Nigeria,” katanya.

Wilayah utara Benin sendiri telah mengalami serangkaian serangan kelompok jihad, termasuk dua serangan besar pada Januari dan April yang menewaskan sejumlah tentara. Para pelaku kudeta menggunakan alasan keamanan tersebut sebagai dalih untuk menggulingkan pemerintahan.

Situasi Masih Berkembang

Hingga Senin, detail lengkap operasi militer Nigeria di Benin masih terus berkembang. Pemerintah Nigeria menyebut operasi mereka termasuk mengusir kelompok pelaku kudeta dari stasiun televisi negara serta sebuah pangkalan militer di Cotonou, tempat warga melaporkan ledakan dan tembakan pada Minggu malam.

Dalam pidato resmi, Presiden Talon memastikan seluruh pelaku kudeta telah dilumpuhkan dan berjanji mereka akan dihukum berat. Meski begitu, lokasi Kolonel Tigri Pascal—yang disebut sebagai pemimpin kudeta—masih belum diketahui.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.