Akurat

Serangan Drone Sudan Tewaskan Hampir 80 Warga, Termasuk Anak-Anak TK, Diduga Dilakukan RSF

Kumoro Damarjati | 8 Desember 2025, 06:14 WIB
Serangan Drone Sudan Tewaskan Hampir 80 Warga, Termasuk Anak-Anak TK, Diduga Dilakukan RSF

 

AKURAT.CO Hampir 80 orang tewas dalam serangan drone Sudan yang menghantam taman kanak-kanak, rumah sakit, dan tim penyelamat di wilayah selatan negara itu. Pejabat lokal menyebut lebih dari separuh korban adalah anak-anak, dan menyalahkan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) atas rentetan serangan itu. Insiden mematikan ini kembali menunjukkan eskalasi kekerasan yang terus meningkat di tengah konflik berkepanjangan.

Menurut pejabat setempat, drone RSF menyerang kota Kalogi di negara bagian Kordofan Selatan yang dikuasai militer Sudan. Serangan drone tersebut mengenai sebuah taman kanak-kanak Sudan dan fasilitas kesehatan, menewaskan puluhan warga sipil. Serangan berulang itu menambah daftar panjang korban konflik yang telah berlangsung sejak tahun lalu.

Pejabat administrasi Kalogi, Essam al-Din al-Sayed, mengatakan kepada AFP bahwa serangan terjadi dalam tiga gelombang—diawali dengan hantaman ke taman kanak-kanak, kemudian rumah sakit, dan serangan ketiga yang terjadi saat warga berusaha mengevakuasi anak-anak. Ia menuding RSF dan kelompok sekutunya, Sudan People’s Liberation Movement-North faksi Abdelaziz al-Hilu, sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Sejak April 2023, Sudan terjerumus dalam perang antara militer dan RSF yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa hampir 12 juta penduduk mengungsi. Situasi di wilayah Kordofan sulit diverifikasi secara independen karena komunikasi yang terbatas, akses yang diblokir, dan kondisi keamanan yang terus memburuk.

UNICEF melaporkan bahwa lebih dari 10 anak berusia lima hingga tujuh tahun menjadi korban tewas, sementara kementerian luar negeri yang berpihak pada militer menyebut total korban mencapai 79 orang, termasuk 43 anak. UNICEF mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hak anak dan mendesak semua pihak menghentikan kekerasan.

Setelah merebut El-Fasher pada akhir Oktober—yang merupakan benteng terakhir militer di Sudan barat—RSF terus bergerak ke arah timur menuju wilayah Kordofan yang kaya minyak. Lebih dari 40.000 warga telah melarikan diri dari kawasan itu dalam satu bulan terakhir, menurut data PBB.

Para analis menilai ofensif paramiliter ini bertujuan menembus garis pertahanan terakhir militer di Sudan tengah, sekaligus membuka jalan bagi upaya merebut kembali kota-kota besar, termasuk ibu kota Khartoum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.