Akurat

Ketika CIA dalam Operasi Penangkapan Nicolas Maduro, dan Aksi Delta Force Lumpuhkan Caracas

Fitra Iskandar | 4 Januari 2026, 20:18 WIB
Ketika CIA dalam Operasi Penangkapan Nicolas Maduro, dan Aksi Delta Force Lumpuhkan Caracas

AKURAT.CO Amerika Serikat mengonfirmasi telah menahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro melalui sebuah operasi militer rahasia berskala besar. CIA dalam operasi penangkapan Nicolas Maduro disebut berperan sentral bersama unit elite Angkatan Darat AS, Delta Force, yang selama ini hanya diterjunkan untuk misi berisiko tinggi dan bernilai strategis.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Pasukan Delta Force berhasil mengamankan Maduro setelah intelijen AS memperoleh informasi rinci terkait lokasi dan pergerakannya. Keberhasilan tersebut diyakini tidak terlepas dari jaringan informan CIA yang telah lama beroperasi di dalam struktur pemerintahan Venezuela, memperkuat peran CIA dalam operasi penangkapan Nicolas Maduro.

Menjelang penyergapan, pasukan AS dilaporkan memutus aliran listrik di sejumlah titik strategis Caracas untuk melumpuhkan sistem pengamanan. Maduro sempat berusaha mencapai bunker berlapis baja, namun gagal mengamankan diri. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada personel militer AS yang tewas dalam misi ini, meski terdapat beberapa korban luka ringan dalam rangkaian CIA dalam operasi penangkapan Nicolas Maduro.

Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dievakuasi melalui jalur laut sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat. Keduanya dilaporkan mendarat di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart, New York, dan langsung ditempatkan di bawah pengamanan ketat otoritas federal.

Operasi tersebut disebut sebagai intervensi militer Amerika Serikat terbesar di kawasan Amerika Latin sejak berakhirnya Perang Dingin. Misi ini dijalankan dengan tingkat kerahasiaan tinggi dan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Kongres AS. Pejabat militer menyebut unsur kejutan sebagai faktor utama keberhasilan operasi.

Jenderal Dan Caine mengungkapkan pasukan AS telah bersiaga selama berminggu-minggu menunggu perintah presiden. Upaya awal sempat tertunda akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung, sebelum akhirnya Presiden Trump memberikan persetujuan final pada Jumat malam waktu AS.

Intelijen AS diketahui telah memantau aktivitas Maduro secara mendalam selama berbulan-bulan, termasuk pola tidur, kebiasaan makan, dan rutinitas hariannya. Pasukan Delta Force bahkan dilaporkan membangun replika rumah persembunyian Maduro di Caracas untuk keperluan latihan dan simulasi sebelum operasi dijalankan.

Perintah resmi untuk memulai misi dikeluarkan pukul 22.46 waktu AS, memungkinkan pasukan bergerak di bawah perlindungan malam. Operasi gabungan udara, darat, dan laut itu berlangsung lebih dari dua jam dan langsung memicu kecaman dari sejumlah negara di kawasan.

Delta Force sendiri dikenal sebagai unit operasi khusus yang kerap terlibat dalam misi-misi penting AS, termasuk penangkapan Saddam Hussein pada 2003 dan operasi yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi pada 2019. Unit ini juga tercatat pernah memburu Pablo Escobar serta Manuel Noriega, dan menjalankan berbagai operasi kontra-terorisme di Timur Tengah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.