Arab Saudi Eksekusi Mati 356 Orang, Tertinggi Sepanjang Sejarah

AKURAT CO Arab Saudi mencatat rekor tertinggi eksekusi mati dalam satu tahun kalender. Sepanjang 2025, otoritas Kerajaan Arab Saudi mengeksekusi sedikitnya 356 orang, angka tertinggi sepanjang sejarah modern negara tersebut.
Berdasarkan tabulasi kantor berita AFP, Kamis (1/1/2026), jumlah tersebut melampaui rekor tahun sebelumnya yang mencapai 338 eksekusi. Lonjakan signifikan ini terutama dipicu oleh kebijakan keras pemerintah Arab Saudi dalam “perang melawan narkoba”.
Data resmi pemerintah Arab Saudi menunjukkan, dari total 356 orang yang dieksekusi, sebanyak 243 orang dijatuhi hukuman mati karena kasus yang berkaitan dengan narkotika.
Baca Juga: Arab Saudi Membom Yaman, Peringatan Buat Uni Emirat Arab
Arab Saudi diketahui kembali memberlakukan hukuman mati untuk pelanggaran narkoba sejak akhir 2022, setelah sempat menghentikan penerapannya selama sekitar tiga tahun. Sejak kebijakan tersebut diaktifkan kembali, pemerintah meningkatkan operasi keamanan secara masif.
Pemeriksaan polisi diperketat di jalan raya serta di titik-titik perbatasan. Otoritas setempat melaporkan penyitaan jutaan pil narkotika dan penangkapan puluhan jaringan penyelundup lintas negara.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat Arab Saudi sebagai salah satu pasar terbesar bagi captagon, stimulan terlarang yang selama ini disebut menjadi salah satu komoditas ekspor utama Suriah di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad sebelum digulingkan.
“Perekonomian terbesar di dunia Arab juga merupakan salah satu pasar terbesar bagi captagon,” demikian keterangan data PBB yang dikutip dalam laporan tersebut.
Baca Juga: Saudi Deportasi Puluhan Ribu Warga Pakistan, Terbukti Mengemis Berkedok Jamaah Umrah
Namun, lonjakan eksekusi mati ini menuai kritik dari kelompok pegiat hak asasi manusia. Mereka menilai kebijakan tersebut bertolak belakang dengan agenda reformasi Visi 2030 yang diusung Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), yang bertujuan menampilkan Arab Saudi sebagai negara yang lebih terbuka dan modern.
Saat ini, Arab Saudi tengah menggelontorkan investasi besar di sektor pariwisata dan olahraga, termasuk persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi agar tidak bergantung pada sektor minyak.
Meski demikian, pemerintah Arab Saudi tetap menegaskan bahwa penerapan hukuman mati dianggap perlu untuk menjaga ketertiban umum dan stabilitas nasional di tengah ancaman peredaran narkoba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










