Polisi Prancis Tangkap 5 Tersangka Baru Kasus Pencurian Permata €88 Juta di Museum Louvre

AKURAT.CO Polisi Prancis menangkap lima tersangka baru yang diduga terlibat dalam kasus pencurian perhiasan senilai €88 juta (Rp1,5 triliun) dari Museum Louvre, Paris. Penangkapan dilakukan pada Rabu (29/10/2025) malam di wilayah sekitar Paris, menurut keterangan Kejaksaan Paris yang dipimpin oleh Laure Beccuau.
Salah satu dari lima tersangka yang diamankan merupakan tersangka utama dalam kasus ini. Penangkapan terbaru ini dilakukan setelah dua orang sebelumnya mengakui sebagian keterlibatan mereka dalam aksi pencurian berani tersebut.
Menurut laporan AFP, ketiganya diyakini bagian dari kelompok beranggotakan empat orang yang terlihat dalam rekaman CCTV saat melakukan pencurian pada 19 Oktober 2025. Satu orang lainnya masih buron.
Beccuau mengatakan, DNA dari salah satu tersangka baru kemungkinan cocok dengan jejak biologis di lokasi kejadian. Ia menambahkan, keempat tersangka baru lainnya “diharapkan dapat memberikan informasi penting tentang bagaimana pencurian itu terjadi.”
Pihak berwenang menduga bahwa jaringan pelaku lebih besar daripada empat orang yang melakukan aksi langsung di lokasi. Berdasarkan hukum Prancis, para tersangka bisa ditahan hingga empat hari sebelum didakwa atau dibebaskan.
Kasus pencurian yang mengejutkan dunia seni ini terjadi di Galerie d’Apollon (Galeri Apollo), salah satu ruang paling terkenal di Museum Louvre, tempat permata mahkota Prancis disimpan.
Beccuau menjelaskan, keempat pencuri tiba di museum sekitar pukul 09.30 waktu setempat, tidak lama setelah museum dibuka untuk pengunjung. Mereka menggunakan mobil curian yang dilengkapi alat pengangkat mekanis untuk naik ke balkon menghadap Sungai Seine dan memotong etalase kaca berisi perhiasan menggunakan alat pemotong besi.
Aksi mereka berlangsung hanya empat menit. Pada pukul 09.38, para pelaku kabur menggunakan dua skuter yang menunggu di luar, lalu berpindah ke mobil dan melarikan diri ke arah timur Paris. Tidak ada korban atau ancaman terhadap pengunjung maupun staf museum.
Dua tersangka pertama yang ditangkap sebelumnya merupakan pria berusia sekitar 30 tahun dengan catatan kriminal. Salah satu ditangkap saat hendak naik pesawat menuju Aljazair, sementara yang lain ditahan di wilayah Prancis.
Beccuau menegaskan bahwa tidak ada bukti keterlibatan orang dalam dalam perampokan tersebut. Semua staf museum dipastikan tidak terlibat.
Usai kejadian, Museum Louvre meningkatkan keamanan dan memindahkan koleksi permata berharganya ke Bank of France, untuk disimpan di ruang bawah tanah sedalam 26 meter di pusat kota Paris.
Kasus pencurian ini menjadi salah satu insiden keamanan terbesar dalam sejarah Louvre, yang dikenal sebagai museum paling banyak dikunjungi di dunia. Hingga kini, perhiasan yang dicuri belum ditemukan dan penyelidikan masih terus berlanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






