Penyakit Lumpy Skin Disease di Prancis Picu Protes Peternak, Pemerintah Klaim Terkendali

AKURAT.CO Penyakit lumpy skin disease di Prancis memicu gelombang protes dari kalangan peternak sapi. Meski demikian, Menteri Pertanian Prancis Annie Genevard menegaskan situasi masih terkendali meskipun pemerintah melakukan pemusnahan ternak menyusul temuan kasus penyakit tersebut.
Berbicara kepada stasiun televisi France 2 pada Senin (15/12), Genevard mengakui adanya kekhawatiran di kalangan peternak. Namun, ia memastikan penyakit lumpy skin disease di Prancis baru terdeteksi di dua peternakan dan belum menyebar luas.
“Memang ada kecemasan, karena semua orang membayangkan virus itu sudah berada di kandang mereka. Tapi situasinya terkendali. Di seluruh Prancis, baru ada dua peternakan yang terdampak virus ini,” kata Genevard.
Ratusan Sapi Dimusnahkan, Peternak Lakukan Aksi Protes
Wabah lumpy skin disease pertama kali terdeteksi pada 9 Desember di wilayah Ariege, Prancis barat daya. Otoritas setempat kemudian memutuskan untuk memusnahkan sekitar 200 ekor sapi, keputusan yang memicu penolakan keras dari para peternak.
Menanggapi gelombang protes tersebut, Genevard menegaskan pemerintah tetap membuka ruang dialog. Ia menyebut para peternak telah menyampaikan berbagai usulan yang dinilai serius dan layak dipertimbangkan.
“Kami akan mendengarkan, meninjau, dan berkonsultasi,” ujarnya.
Pemerintah Prancis Mulai Vaksinasi Satu Juta Ternak
Sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit lumpy skin disease di Prancis, Genevard dijadwalkan mengunjungi wilayah Haute-Garonne pada Senin sore untuk meluncurkan program vaksinasi terhadap sekitar satu juta hewan ternak.
Ia menegaskan strategi pemerintah berbasis kajian ilmiah dan merujuk pada langkah serupa yang telah diterapkan di negara lain seperti Italia dan Spanyol.
“Musuh kita adalah virus. Aturan harus dipatuhi. Pergerakan ternak harus dibatasi, jika tidak, penyakit ini akan menyebar dan kita akan kehilangan kendali,” tegasnya.
Aksi Peternak Meluas, Jalan Tol Diblokir Traktor
Meski pemerintah menyebut situasi terkendali, penolakan peternak terus berlanjut. Pada Minggu, 27 aksi protes tercatat di berbagai wilayah Prancis, melibatkan lebih dari 1.000 peternak, menurut laporan BFMTV.
Sejak Jumat, peternak juga memblokir jalan tol di Prancis barat daya menggunakan traktor sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemusnahan sapi.
Serikat petani besar Confederation Paysanne bahkan menyerukan blokade nasional sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah agar mengubah pendekatan dalam menangani wabah lumpy skin disease.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









