Tanggapi Serangan Rusia Terhadap Rumah Sakit Anak di Kyiv, Dewan Keamanan PBB Adakan Pertemuan

AKURAT.CO Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaksanakan pertemuan pada Selasa (9/7/2024) guna membahas serangan Rusia terhadap rumah sakit anak utama di Kyiv.
Seperti diketahui, Rusia menyerang rumah sakit itu dengan rudal di siang bolong pada hari Senin dan menghujani kota-kota lainnya di Ukraina.
Sedikitnya 41 warga sipil tewas dalam gelombang serangan udara paling mematikan di Kyiv selama berbulan-bulan itu.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengutuk keras serangan Rusia menganggap serangan terhadap rumah sakit anak-anak dan fasilitas medis lainnya sangat mengejutkan.
"Mengarahkan serangan terhadap warga sipil dan objek sipil dilarang oleh hukum humaniter internasional, dan serangan semacam itu tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan," katanya, dikutip Selasa (9/7/2024).
Pertemuan Dewan Keamanan yang dijadwalkan pagi hari ini diminta oleh Inggris, Prancis, Ekuador, Slovenia, dan Amerika Serikat.
"Kami akan mengutuk serangan pengecut dan bejat Rusia terhadap rumah sakit tersebut," kata Duta Besar Inggris untuk PBB, Barbara Woodward dalam sebuah posting X.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya menyerang target industri pertahanan dan pangkalan udara.
Mereka membantah telah menargetkan warga sipil, meskipun serangannya telah menewaskan ribuan warga sipil sejak invasi pada Februari 2022.
Baca Juga: Pemimpin Hamas: Serangan Terbaru Israel di Gaza Dapat Membahayakan Perundingan Gencatan Senjata
Kronologi Serangan Rusia di Kyiv
Rusia menyerang rumah sakit anak utama di Kyiv dengan rudal pada Senin kemarin dan menghujani kota-kota lain di Ukraina yang menewaskan sedikitnya 41 warga sipil.
Baca Juga: Masyarakat Sipil hingga Anggota DPRD Boleh Punya Senpi, Tapi Perlu Prosedur yang Ketat
Para orang tua yang menggendong bayi berjalan di jalan di luar rumah sakit, linglung dan terisak-isak setelah serangan udara siang hari yang langka itu.
Jendela-jendela pecah dan panel-panel terlepas, dan ratusan warga Kyiv membantu membersihkan puing-puing.
"Itu menakutkan. Saya tidak bisa bernapas, saya mencoba menutupi (bayi saya). Saya mencoba menutupinya dengan kain ini agar dia bisa bernapas," kata Svitlana Kravchenko (33).
Presiden Volodymyr Zelenskiy, yang singgah di Polandia sebelum berangkat ke Washington untuk menghadiri pertemuan puncak NATO, menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 37 orang, termasuk tiga anak-anak dan lebih dari 170 orang terluka.
Namun jumlah korban dari lokasi serangan di berbagai daerah berjumlah sedikitnya 41 orang.
Baca Juga: Siap Nikahi Sarah Menzel, Azriel Hermansyah Sudah Mapan?
Menulis di aplikasi perpesanan Telegram, Zelenskiy mengatakan lebih dari 100 bangunan telah rusak, termasuk rumah sakit anak-anak dan pusat bersalin di Kyiv tempat penitipan anak dan pusat bisnis serta rumah-rumah.
"Teroris Rusia harus bertanggung jawab atas hal ini," tulisnya. "Kekhawatiran tidak menghentikan teror. Ucapan belasungkawa bukanlah senjata."
Lebih lanjut, otoritas militer Kyiv mengatakan 27 orang tewas di ibu kota, termasuk tiga anak-anak, dan 82 orang terluka akibat serangan rudal utama dan serangan yang terjadi dua jam kemudian.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan kerusakan juga terjadi di kota-kota di bagian tengah Kryvyi Rih dan Dnipro serta dua kota di bagian timur.
Baca Juga: Saat Diamankan, Pegi Sempat Dipukuli hingga Dipaksa Mengaku Jadi 'Perong'
Pemerintah mengumumkan hari berkabung pada hari ini untuk salah satu serangan udara terburuk dalam perang tersebut, yang dikatakannya menunjukkan bahwa Ukraina sangat membutuhkan peningkatan pertahanan udaranya dari sekutu Baratnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









