Akurat

Bolehkah Pakai Inhaler Saat Puasa Ramadan?

Redaksi Akurat | 10 Februari 2026, 17:50 WIB
Bolehkah Pakai Inhaler Saat Puasa Ramadan?

AKURAT.CO Bagi penderita asma atau gangguan pernapasan, inhaler menjadi alat penting untuk membantu bernapas lebih lega. Namun, saat memasuki bulan Ramadan, sering muncul pertanyaan mengenai apakah bolehkah memakai inhaler saat puasa, dan apakah bisa membatalkan puasa?

Pertanyaan ini cukup umum karena penggunaan inhaler melibatkan zat yang masuk melalui mulut. Untuk memahami hukumnya, perlu melihat penjelasan dari sisi medis sekaligus pandangan fikih.

 Baca Juga: Bisa Overdosis, Penderita Asma Jangan Terlalu Sering Pakai Inhaler

Bagaimana Cara Kerja Inhaler?

Inhaler bekerja dengan cara menyemprotkan obat berbentuk partikel halus langsung ke saluran pernapasan. Tujuannya adalah membuka jalan napas dan meredakan gejala seperti sesak atau mengi. Karena obat difokuskan ke paru-paru, jumlah yang masuk ke lambung biasanya sangat kecil atau bahkan tidak signifikan.

Dari sisi medis, inhaler digunakan sebagai tindakan darurat maupun terapi rutin untuk mencegah serangan asma.

Pandangan Ulama tentang Inhaler Saat Puasa

Dalam fikih puasa, hal yang membatalkan umumnya berkaitan dengan masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui jalur makan dan minum.

Perdebatan muncul karena inhaler digunakan lewat mulut, tetapi tujuannya bukan untuk memberi nutrisi.

Sebagian ulama berpendapat penggunaan inhaler tidak membatalkan puasa karena obat langsung menuju paru-paru dan bukan makanan atau minuman. Selain itu, jumlah partikel yang mungkin tertelan dianggap sangat kecil dan sulit dihindari.

Namun, ada pula pendapat yang lebih berhati-hati dan menyarankan penggunaan inhaler dilakukan di luar waktu puasa jika memungkinkan.

Bagaimana Jika Inhaler Dibutuhkan dalam Kondisi Darurat?

Dalam kondisi darurat seperti serangan asma, menjaga keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Jika inhaler memang diperlukan untuk mencegah bahaya yang lebih besar, pengguna diperbolehkan memakainya.

Apabila mengikuti pendapat yang menyatakan batal, maka puasa dapat diganti di hari lain setelah Ramadan. Prinsip ini sejalan dengan keringanan (rukhsah) bagi orang yang sakit.

Baca Juga: Apa Hukum Menggunakan Inhaler saat Sedang Berpuasa?

Sebaiknya Konsultasi ke Siapa?

Karena kondisi kesehatan tiap orang berbeda, penderita asma sebaiknya berkonsultasi dengan:

  • Dokter yang menangani penyakitnya
  • Ustaz atau lembaga fatwa terpercaya

Dengan begitu, keputusan yang diambil mempertimbangkan aspek medis sekaligus agama.

Tips Menjalani Puasa bagi Penderita Asma

Penderita asma tetap bisa berpuasa dengan persiapan yang baik. Mengatur jadwal obat saat sahur dan berbuka, menghindari pemicu alergi, serta menjaga kondisi tubuh dapat membantu meminimalkan risiko kambuh di siang hari.

Pastikan inhaler tetap tersedia jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 

Penggunaan inhaler saat puasa Ramadan memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena itu, penting bagi setiap individu untuk mempertimbangkan kondisi kesehatannya dan meminta nasihat dari pihak yang kompeten agar ibadah tetap berjalan dengan aman dan tenang.

Arika Yafi Fawazzain (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.