Puasa dalam Islam: Pengertian, Dalil hingga Manfaatnya

AKURAT.CO Puasa adalah ibadah utama dalam Islam yang tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menyimpan makna spiritual yang dalam serta nilai sosial yang penting bagi kehidupan umat muslim.
Secara etimologis, puasa berasal dari bahasa Arab shaum/shiyam berarti menahan diri.
Puasa tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.
Secara terminologi syariat Islam, puasa merupakan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat dan terpenuhinya syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan dalam fiqh Islam.
Rukun dan Syarat Puasa
1. Harus berniat yang jelas sebelum berpuasa.
2. Dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
3. Syarat orang berpuasa yaitu Muslim, baligh, dan berakal sehat.
Puasa dalam Perspektif Islam
Dalam ajaran Islam, puasa merupakan salah satu dari Rukun Islam, sehingga bersifat wajib bagi setiap muslim yang memenuhi syarat, terutama di bulan Ramadhan.
Puasa juga dapat berupa puasa sunnah yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu selain bulan Ramadhan.
Makna Spiritual Puasa
Puasa tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi sebuah ibadah yang mendidik diri untuk mengendalikan hawa nafsu, menguatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa sebagai "perisai" yang melindungi seorang Muslim dari perbuatan buruk dan godaan duniawi.
Puasa juga menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas spiritual melalui kesabaran, keikhlasan, serta konsentrasi dalam ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur'an dan memperbanyak zikir.
Dalil Puasa dalam Islam
1. Dalil dari Al-Qur'an
Allah SWT. berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
-QS Al-Baqarah ayat 183.
Ayat ini menjelaskan bahwa puasa diwajibkan atas umat Islam sebagaimana umat sebelumnya, dan tujuan utamanya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan ketakwaan.
2. Dalil dari Hadis Nabi SAW
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa dilakukan dengan melihat hilal dan berakhir dengan hilal berikutnya yang menunjukkan awal dan akhir bulan Ramadhan.
Dimensi Sosial Puasa
Selain aspek spiritual, puasa memiliki dimensi sosial yang kuat. Umat Muslim diajak untuk merasakan pengalaman orang-orang kurang beruntung yang seringkali mengalami lapar dan haus setiap hari.
Hal ini menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Manfaat Puasa
Umat Muslim tidak hanya mendapatkan pahala spiritual, tetapi juga pelajaran moral seperti disiplin, ketahanan diri, serta peningkatan kesadaran sosial.
Dengan puasa, individu dilatih untuk berpikir lebih bijak, menjaga lisan, mengendalikan emosi, dan memperbaiki kualitas hubungan antarsesama.
Puasa dalam Islam tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga ibadah yang mengandung nilai spiritual, moral, dan sosial yang tinggi.
Perintah puasa telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis, dan pelaksanaannya memberikan dampak positif baik bagi individu.
Untuk umat muslim, puasa terutama di bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mendapatkan ridha Allah SWT.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









