Akurat

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura: Bacaan Lengkap, Waktu, dan Keutamaannya

Wahyu SK | 30 Desember 2025, 11:41 WIB
Niat Puasa Tasu'a dan Asyura: Bacaan Lengkap, Waktu, dan Keutamaannya

AKURAT.CO Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Di bulan inilah umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, salah satunya dengan melaksanakan puasa Tasu'a dan Asyura.

Kedua puasa ini memiliki nilai keutamaan yang besar serta menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT dengan meneladani sunnah Rasulullah SAW.

Puasa Tasu'a dan Asyura tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mengandung makna sejarah dan spiritual yang mendalam.

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami bacaan niat puasa Asyura dan Tasu'a dengan benar, termasuk waktu pelaksanaannya agar ibadah yang dijalankan sah dan bernilai pahala.

Apa Itu Puasa Tasu'a dan Asyura?

Puasa Tasu'a adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Kedua puasa ini sangat dianjurkan karena termasuk puasa sunnah yang utama setelah puasa Ramadhan.

Pelaksanaan puasa Tasu'a juga bertujuan untuk menyempurnakan puasa Asyura serta sebagai bentuk pembeda dari kebiasaan puasa kaum terdahulu yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

Bacaan Niat Puasa Tasu'a

Berikut bacaan niat puasa Tasu'a yang dilafalkan pada malam hari hingga sebelum fajar:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ تَاسُوعَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Tāsū‘ā’a lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT.”

Bacaan Niat Puasa Asyura

Adapun bacaan niat puasa Asyura adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati ‘Āsyūrā’a lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura di Siang Hari

Jika seseorang lupa berniat pada malam hari, niat puasa Tasu'a dan Asyura tetap boleh dilakukan pada siang hari selama belum makan, minum atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ تَاسُوعَاءَ أَوْ عَاشُورَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnati Tāsū‘ā’a aw ‘Āsyūrā’a lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT."

Waktu Pelaksanaan Puasa Tasu'a dan Asyura

Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Niat puasa sunnah sebaiknya dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu Subuh, namun masih diperbolehkan berniat di siang hari dengan syarat tertentu.

Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura

Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.

Keutamaan ini menjadikan puasa Asyura sebagai salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Sementara itu, puasa Tasu'a berfungsi sebagai penyempurna puasa Asyura.

Dengan melaksanakan kedua puasa ini secara berurutan, seorang muslim memperoleh pahala tambahan serta menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Puasa Tasu'a dan Asyura adalah ibadah sunnah yang penuh keutamaan dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Muharram.

Dengan memahami bacaan niat, waktu pelaksanaan, serta keutamaannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.

Melaksanakan puasa Tasu'a dan Asyura bukan hanya bentuk ketaatan, tetapi juga kesempatan untuk meraih ampunan serta meningkatkan kualitas ibadah di awal tahun Hijriah.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK