Kapan Hari Asyura 2026? Ini Makna, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan

AKURAT.CO Hari Asyura selalu menjadi salah satu momen penting dalam kalender Islam yang sarat makna spiritual dan sejarah. Setiap tahunnya, umat Islam menantikan tanggal 10 Muharram karena di hari inilah terdapat keutamaan besar, terutama anjuran berpuasa yang pahalanya luar biasa. Lalu, kapan Hari Asyura 2026 diperingati, dan mengapa hari ini begitu istimewa dalam Islam?
Artikel ini akan mengulas secara lengkap waktu peringatan Hari Asyura 2026, makna Asyura, sejarah penting yang melatarbelakanginya, hingga amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan hari istimewa ini.
Kapan Hari Asyura 2026 Diperingati?
Berdasarkan konversi kalender Hijriah ke kalender Masehi, Hari Asyura 2026 jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026. Tanggal ini bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah.
Perlu dipahami bahwa kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan, sehingga tanggal Hari Asyura dalam kalender Masehi selalu bergeser lebih awal setiap tahunnya. Meski begitu, dalam kalender Islam, posisinya tetap sama, yakni hari ke-10 bulan Muharram.
Mengetahui tanggal Hari Asyura lebih awal menjadi penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri, terutama untuk menjalankan ibadah puasa dan amalan lainnya secara optimal.
Apa Itu Hari Asyura dan Mengapa Istimewa?
Secara bahasa, Asyura berasal dari kata Arab ‘asyarah yang berarti sepuluh. Istilah ini merujuk langsung pada tanggal 10 Muharram. Dalam Islam, Asyura bukan sekadar penanda waktu, melainkan hari yang menyimpan nilai keimanan, pengorbanan, dan pertolongan Allah kepada para nabi-Nya.
Keistimewaan Hari Asyura ditegaskan dalam hadis sahih riwayat Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda:
"Aku berharap kepada Allah, puasa hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu."
Hadis ini menjadi dasar kuat mengapa puasa Asyura sangat dianjurkan dan selalu mendapat perhatian khusus di kalangan umat Islam.
Sejarah Penting di Balik Hari Asyura
Hari Asyura memiliki kaitan erat dengan sejumlah peristiwa besar dalam sejarah para nabi dan perjalanan umat manusia. Salah satu peristiwa paling dikenal adalah keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk rasa syukur atas peristiwa tersebut. Nabi Muhammad SAW kemudian menyatakan bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa, lalu beliau pun berpuasa dan menganjurkan umatnya melakukan hal yang sama.
Selain itu, dalam tradisi Islam juga dikenal berbagai peristiwa lain yang diyakini terjadi pada hari Asyura, seperti berlabuhnya bahtera Nabi Nuh AS setelah banjir besar, keselamatan Nabi Ibrahim AS dari api Namrud, hingga keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan.
Di sisi lain, Hari Asyura juga menjadi momen duka mendalam bagi umat Islam, khususnya terkait peristiwa syahidnya Husain bin Ali RA dalam tragedi Karbala pada 10 Muharram 61 Hijriah atau bertepatan dengan 10 Oktober 680 Masehi. Peristiwa ini menorehkan sejarah panjang tentang keberanian, pengorbanan, dan keteguhan dalam membela kebenaran.
Perbedaan Cara Memaknai Asyura di Kalangan Umat Islam
Dalam tradisi Sunni, Hari Asyura lebih dikenal sebagai hari ibadah dan syukur, terutama dengan menjalankan puasa sunah. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan agar puasa Asyura dilakukan bersamaan dengan puasa Tasu’a (9 Muharram) atau ditambah sehari setelahnya untuk membedakan dari kebiasaan kaum Yahudi.
Sementara itu, di kalangan Syiah, Asyura diperingati sebagai hari berkabung atas kesyahidan Husain bin Ali. Di beberapa daerah, termasuk di Indonesia, peringatan ini tercermin dalam tradisi budaya seperti Tabot di Bengkulu dan Tabuik di Pariaman, Sumatera Barat.
Meski terdapat perbedaan cara memaknai, Asyura tetap menjadi hari yang sarat nilai sejarah dan pelajaran spiritual bagi umat Islam.
Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Asyura
Hari Asyura 2026 yang jatuh pada 26 Juni menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah. Amalan utama yang sangat dianjurkan tentu saja puasa. Puasa Asyura dikenal sebagai puasa sunah dengan keutamaan besar karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal kebaikan seperti bersedekah, membantu sesama, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak doa dan zikir. Beberapa ulama juga menganjurkan untuk lebih memperhatikan keluarga dan anak-anak di hari ini, sebagai bentuk penanaman nilai spiritual sejak dini.
Hikmah Hari Asyura bagi Kehidupan
Hari Asyura mengajarkan banyak pelajaran berharga. Kesabaran Nabi Musa, keteguhan Nabi Husain, serta pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang beriman menjadi refleksi penting bagi kehidupan sehari-hari.
Asyura juga menjadi momentum yang tepat untuk introspeksi diri, memperbaiki niat, dan memulai lembaran baru dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Terlebih karena Asyura hadir di awal tahun Hijriah, hari ini sering dimaknai sebagai titik awal pembaruan spiritual.
Menyambut Hari Asyura 2026 dengan Kesadaran dan Amal
Dengan mengetahui bahwa Hari Asyura 2026 jatuh pada 26 Juni, umat Islam diharapkan dapat menyambutnya dengan persiapan yang matang, baik secara fisik maupun spiritual. Asyura bukan sekadar tanggal dalam kalender, melainkan momen penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meneladani nilai-nilai luhur para nabi.
Menghidupkan Asyura dengan puasa, doa, dan kepedulian sosial adalah cara sederhana namun bermakna untuk meraih keberkahan. Jika kamu ingin terus mengikuti pembahasan seputar hari besar Islam, sejarah, dan amalan yang dianjurkan, pantau terus update artikel selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Doa Awal Tahun 2026, agar Masa Depan dan Cita-cita Semakin Mudah Diraih
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini Rukun Puasa yang Kerap Terlupakan Saat Ramadan
FAQ
Kapan Hari Asyura 2026 diperingati?
Hari Asyura 2026 diperingati pada Jumat, 26 Juni 2026, bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah.
Apa yang dimaksud dengan Hari Asyura?
Hari Asyura adalah hari ke-10 dalam bulan Muharram pada kalender Hijriah. Hari ini memiliki makna penting dalam Islam karena berkaitan dengan berbagai peristiwa besar para nabi dan dianjurkan untuk diisi dengan ibadah, terutama puasa.
Mengapa puasa Asyura dianjurkan dalam Islam?
Puasa Asyura dianjurkan karena memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.
Apakah puasa Asyura harus dilakukan sendirian?
Tidak harus. Umat Islam dianjurkan untuk mengiringi puasa Asyura dengan puasa 9 Muharram (Tasu’a) atau 11 Muharram, sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan membedakan dari kebiasaan kaum Yahudi.
Apa peristiwa bersejarah yang terjadi pada Hari Asyura?
Salah satu peristiwa paling dikenal adalah keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Selain itu, Hari Asyura juga berkaitan dengan syahidnya Husain bin Ali RA dalam peristiwa Karbala.
Apakah Hari Asyura dirayakan dengan cara yang sama oleh semua umat Islam?
Tidak sepenuhnya sama. Dalam tradisi Sunni, Hari Asyura diisi dengan ibadah dan puasa sebagai bentuk syukur. Sementara dalam tradisi Syiah, Asyura diperingati sebagai hari berkabung atas kesyahidan Husain bin Ali.
Amalan apa saja yang dianjurkan pada Hari Asyura?
Selain puasa, amalan yang dianjurkan pada Hari Asyura antara lain bersedekah, memperbanyak doa dan zikir, membantu sesama, serta mempererat silaturahmi.
Apakah Hari Asyura termasuk hari besar Islam?
Hari Asyura bukan termasuk hari raya Islam, tetapi merupakan hari istimewa yang memiliki keutamaan besar dan dianjurkan untuk dihidupkan dengan amal ibadah.
Mengapa tanggal Hari Asyura selalu berubah dalam kalender Masehi?
Karena kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan, sehingga tanggal Hari Asyura dalam kalender Masehi bergeser lebih awal setiap tahunnya, meskipun dalam kalender Islam tetap jatuh pada 10 Muharram.
Apa hikmah utama dari peringatan Hari Asyura?
Hikmah utama Hari Asyura adalah mengajarkan kesabaran, keteguhan iman, rasa syukur, serta kepedulian sosial, sekaligus menjadi momentum introspeksi dan pembaruan spiritual di awal tahun Hijriah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









