Fakta Pesawat ATR 42-500 Milik IAT yang Jatuh di Sulsel, Ini Spesifikasi dan Profil Maskapai!

AKURAT.CO Pesawat ATR 42-500 yang mengalami hilang kontak dan kemudian ditemukan jatuh di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Minggu (18/1/2025), adalah milik PT Indonesia Air Transport (IAT).
Pesawat ini merupakan bagian dari keluarga pesawat turboprop regional ATR 42 series yang sering digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah.
Dengan spesifikasi yang mendukung operasi di bandara dengan landasan terbatas, pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127E/M.
Profil Indonesia Air Transport (IAT)
PT Indonesia Air Transport (IAT) adalah perusahaan yang mengoperasikan pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan ini.
Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1968, dan dikenal sebagai penyedia jasa penerbangan sewaan atau charter yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari lima dekade.
IAT menyediakan layanan penerbangan menggunakan pesawat sayap tetap (fixed-wing) dan helikopter untuk berbagai kebutuhan non-reguler, termasuk penerbangan korporasi, industri minyak dan gas, pertambangan, serta penerbangan VIP.
Indonesia Air Transport tercatat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2006 dengan kode saham IATA dan memiliki Air Operator Certificate (AOC) 121 yang memungkinkan pengoperasian penerbangan sewaan.
Pada tahun 2022, IATA melakukan rights issue dan mengubah fokus bisnisnya menjadi perusahaan investasi di sektor energi, khususnya batu bara.
Setelah aksi korporasi tersebut, PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) menjadi pemegang saham pengendali, dan nama perusahaan berubah menjadi PT MNC Energy Investments Tbk.
Pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris Indonesia Air Transport dari tahun 2008 hingga 2015.
Saat ini, maskapai tersebut berada di bawah kepemilikan PT MNC Energy Investments.
Selain ATR 42-500, armada Indonesia Air Transport juga mencakup pesawat Embraer Legacy 600 dan helikopter Airbus Helicopters EC 155 B1, yang biasa digunakan untuk penerbangan eksekutif dan industri.
Dalam hal keselamatan, Indonesia Air Transport menyatakan bahwa audit keselamatan dilakukan secara berkala oleh otoritas pemerintah dan auditor independen untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan penerbangan internasional.
Spesifikasi Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR 42-500 adalah pesawat regional turboprop yang diproduksi dari tahun 1994 hingga 2012. Pesawat ini dirancang untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah dan dikenal efisien dalam penggunaan bahan bakar serta mampu beroperasi di bandara dengan landasan terbatas.
Dimensi dan Kapasitas
Panjang: 22.67 m (74 ft 5 in)
Rentang Sayap: 24.57 m (80 ft 7 in)
Tinggi: 7.59 m (24 ft 11 in)
Kru: Membutuhkan 2 pilot dan 1 pramugari.
Kapasitas Penumpang: Dapat mengangkut hingga 42 penumpang, dengan standar tata letak kabin 48 kursi.
Ukuran Kabin: 06'03" (tinggi), 08'04" (lebar), dan 31'04" (panjang).
Kapasitas Bagasi: Total kapasitas bagasi adalah 400.00 ft^3, seluruhnya di bagian internal. Kapasitas kargo juga disebut 350 kg (772 lbs).
Performa
Mesin: Ditenagai oleh dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127E/M. Mesin ini dirancang untuk peningkatan kinerja di suhu tinggi dan ketinggian (hot and high performance) serta kecepatan jelajah yang lebih tinggi.
Daya Lepas Landas: 2,160 SHP (Shaft Horsepower).
Daya Lepas Landas (satu mesin): 2,400 SHP.
Daya Maksimum Berkelanjutan: 2,400 SHP.
Daya Maksimum Panjat: 2,160 SHP.
Ketinggian Operasi Maksimum: 25,000 kaki.
Kecepatan Jelajah Normal: 300 KTS / 345 MPH. Kecepatan jelajah juga disebut Mach 0.45.
Jarak Tempuh: 2,311 NM / 2,659 SM dengan kursi penuh. Jarak tempuh maksimum juga disebut hingga 772 nautical miles (1,556 km).
Jarak Lepas Landas (Balanced Field Length): 4,192 kaki. Beberapa sumber menyebut 3412 ft.
Jarak Pendaratan: 2,821 kaki.
Berat
Maximum Take Off Weight (MTOW): 18,600 kg (41,006 lbs). Beberapa sumber menyebut 36817 Lb.
Maximum Landing Weight (MLW): 18,600 kg (41,006 lbs). Beberapa sumber menyebut 36156 Lb.
Zero Fuel Weight (ZFW): 17,000 kg (37,479 lbs).
Operating Weight: 23369 Lb.
Kapasitas Bahan Bakar: 4,500 kg (9,921 lbs) atau 1513 gal Lb.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






