Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Hari Keempat, Dua Korban Ditemukan dan Dievakuasi

AKURAT.CO Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah memasuki hari keempat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan tim SAR gabungan di lapangan kini mulai memfokuskan upaya pada proses evakuasi korban. Hingga saat ini, dua korban telah ditemukan dan sedang dalam proses evakuasi.
“Kedua korban yang sudah ditemukan saat ini sedang dievakuasi. Tantangan utama di lapangan adalah kondisi medan dan cuaca yang tidak menentu,” ujar Syafii saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi geografis berupa pegunungan menjadi hambatan tersendiri bagi tim SAR.
Meski demikian, berbagai skenario telah disiapkan untuk menyesuaikan upaya evakuasi dengan dinamika cuaca.
“Dengan jumlah personel yang ada, kami berupaya melakukan evakuasi. Apabila pesawat tidak memungkinkan untuk mengangkut korban, kami akan memindahkan korban ke punggung gunung dari puncak Gunung Buru Sarawut,” jelasnya.
Terkait informasi adanya sinyal aktif dari smartwatch yang dikenakan salah satu korban, Syafii memastikan kabar tersebut tidak benar.
Baca Juga: Gubernur Jakarta Minta Dinkes Waspadai Super Flu dan Lonjakan DBD Saat Musim Hujan
Setelah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan, diketahui data lokasi yang beredar merupakan rekaman lama.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Sulsel. Setelah ditelusuri, rekaman tersebut ternyata berasal dari beberapa bulan lalu saat korban masih berada di Yogyakarta. Pihak keluarga juga sudah memahami hal ini,” katanya.
Meski kondisi pesawat ditemukan dalam keadaan hancur, Basarnas menegaskan operasi pencarian dan evakuasi tetap dilanjutkan.
Pihaknya masih berharap adanya keajaiban dan kemungkinan korban ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami masih mengharapkan adanya mukjizat, semoga masih ada korban yang bisa diselamatkan dalam keadaan hidup,” ucapnya.
Syafii menambahkan, tim SAR juga terus mengumpulkan puing-puing pesawat untuk diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai bagian dari proses investigasi.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat. Saat ini kami telah mengerahkan sejumlah pesawat, termasuk pesawat Boeing dan tiga helikopter. Kami juga melakukan modifikasi cuaca agar kondisi memungkinkan untuk evakuasi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










