Akurat

Bencana Sumatera, Basarnas: 583 Korban Meninggal, 553 Masih Dicari

Paskalis Rubedanto | 2 Desember 2025, 19:34 WIB
Bencana Sumatera, Basarnas: 583 Korban Meninggal, 553 Masih Dicari

AKURAT.CO Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, melaporkan perkembangan terbaru operasi pencarian dan evakuasi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Data terbaru menunjukkan kenaikan signifikan jumlah korban seiring terbukanya akses ke wilayah yang sebelumnya terisolasi.

“Hari ini operasi SAR terus dilaksanakan. Update terakhir pukul 10.00, total korban meninggal yang telah terevakuasi sebanyak 583 orang, dan 553 orang masih dalam pencarian,” ujar Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Syafii menjelaskan, penambahan jumlah korban hilang dipengaruhi laporan yang baru masuk dari daerah-daerah yang terputus akses komunikasi.

“Bukan karena kita tidak masuk, tetapi wilayah itu memang tidak memiliki sarana perhubungan untuk menyampaikan informasi. Setelah akses mulai terbuka, jumlah korban yang harus dicari ikut bertambah,” jelasnya.

Ia menegaskan Tim SAR Gabungan akan terus memperluas jangkauan pencarian dan tidak akan menghentikan operasi hingga seluruh wilayah dapat disisir.

Terkait adanya perbedaan data antara Basarnas dan BNPB, Syafii menyebut hal itu wajar karena sumber informasi masing-masing lembaga berbeda.

“Basarnas menggunakan prosedur baku. BNPB sebagai koordinator mendapat laporan dari Pemda, TNI, Polri, dan unsur lainnya. Sementara data Basarnas bersifat sangat teknis dan berkaitan dengan identifikasi lapangan serta hak keluarga korban,” kata Syafii.

Baca Juga: Saham Nvidia Menguat, Kekhawatiran AI Bubble Mereda

Basarnas Kerahkan Kekuatan Penuh

Basarnas mengerahkan seluruh unsur darat, laut, dan udara untuk mempercepat proses pencarian korban di tiga provinsi terdampak. Syafii mengatakan dukungan TNI-Polri dalam operasi kali ini “luar biasa.”

“Kita mengerahkan seluruh kekuatan unsur darat bersama Tim SAR Gabungan, ditambah perkuatan dari TNI-Polri,” ujarnya.

Untuk menjangkau wilayah terisolasi, Basarnas memanfaatkan jalur laut dan udara.

“Kami menggunakan kapal-kapal SAR serta pesawat dari Tanjung Pinang, Jakarta/Bogor, dan Surabaya. Semua kita kerahkan ke lokasi bencana,” terangnya.

Syafii mengakui medan pencarian sangat sulit, terutama di wilayah yang tertutup lumpur tebal dan mulai mengeras. Karena itu, Basarnas juga mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk menemukan korban yang tertimbun.

“Lumpur bercampur kayu dan mulai mengering. Kondisi ini menyulitkan, sehingga kita membutuhkan K9,” ujarnya.

Rincian Kekuatan SAR

Sebelumnya, Basarnas merilis rekapitulasi umum operasi penyelamatan:

Baca Juga: Peserta Reuni 212 Gelar Salat Magrib Berjamaah di Sisi Timur Monas

  • Total warga terevakuasi: 33.620 jiwa

    • Selamat: 33.173 jiwa

    • Meninggal: 447 jiwa

    • Masih dicari: 399 jiwa

  • Personel SAR:

    • Basarnas: 465 orang

    • Potensi SAR (TNI, Polri, dan lainnya): 6.351 orang

  • Peralatan:

    • 3 helikopter

    • 10 drone

    • 3 kapal SAR

    • 61 perahu karet

    • 26 rescue truck

    • 29 rescue car

    • 34 motor trail

Syafii menegaskan operasi SAR akan terus diperkuat hingga seluruh korban dapat ditemukan.

“Apa yang dilakukan Basarnas akan dipertanggungjawabkan, karena ini menyangkut hak keluarga korban,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.