Akurat

Pemprov Jakarta Batal Alihfungsi Trotoar di TB Simatupang: Trotoar Terlalu Pendek

Siti Nur Azzura | 27 Agustus 2025, 21:13 WIB
Pemprov Jakarta Batal Alihfungsi Trotoar di TB Simatupang: Trotoar Terlalu Pendek

AKURAT.CO Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memangkas trotoar di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, resmi batal. Kepastian itu disampaikan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno usai dilakukan evaluasi lapangan.

Dia mengakui, Pemprov sempat menimbang opsi mengalihfungsikan sebagian trotoar di kawasan tersebut, demi melancarkan arus lalu lintas yang kerap tersendat. Namun, rencana itu urung dijalankan lantaran kondisi trotoar yang dianggap tidak memadai.

"Waduh gimana caranya. Kita bahasanya nih, kita korbankan trotoar dulu, bukan semua, hanya berapa meter untuk manuver. Cuma ternyata begitu kita evaluasi, enggak bisa. Trotoar itu terlalu pendek," ujar Rano di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Baca Juga: Pramono Pastikan Ganjil Genap di TB Simatupang Belum Diberlakukan

Keputusan itu turut ditegaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta, Syafrin Liputo. Dia membenarkan rencana pemangkasan trotoar di TB Simatupang tak lagi dilanjutkan.

"Iya, tidak jadi dipangkas trotoar," ucap Syafrin.

Dengan batalnya rencana ini, Pemprov Jakarta disebut masih terus mencari alternatif lain untuk mengurai kemacetan parah yang kerap melanda kawasan TB Simatupang.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, merestui rencana alihfungsi sebagian trotoar di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, untuk mengurai kemacetan yang kian parah akibat proyek strategis nasional.

"Saya menyetujui itu, bahkan saat ada permintaan menutup atau membuka outlet tol, saya izinkan. Yang terpenting, kemacetan di kawasan tersebut bisa teratasi," ujar Pramono di Jakarta Selatan, Sabtu (23/8/2025).

Baca Juga: Tak Hanya Alih Fungsi Trotoar, Pramono Akan Tambah 14 Bus Transjakarta Redam Macet di TB Simatupang

Menurutnya, kondisi lalu lintas di sekitar TB Simatupang sudah tidak nyaman, baik bagi pengendara maupun pejalan kaki. Selain macet, trotoar yang seharusnya ramah warga justru dipenuhi galian proyek.

"Pejalan kaki juga tidak nikmat lagi, hampir tiap 50 meter ada proyek. Itu harus dibenahi," tegasnya.

Setelah proyek rampung pada November 2025, Pemprov Jakarta berjanji akan memperbaiki dan menyempurnakan trotoar sehingga kembali layak digunakan warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.