Duga Tawuran Manggarai Sengaja Diviralkan, Pramono Bakal Tindak Pembuat Konten Provokatif

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyoroti kembali maraknya aksi tawuran di kawasan Manggarai. Dia menduga, sebagian peristiwa tersebut sengaja direkam dan disebarkan di media sosial untuk viral.
"Persoalan tawuran ini terus terang masih sering terjadi. Kami melihat, menduga, memang ada beberapa tawuran yang sengaja diviralkan, dibuat videonya, dibuat kontennya," ujar Pramono di Balai Kota, dikutip Sabtu (16/8/2025).
Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum, untuk menindak tegas pihak yang terlibat, baik pelaku tawuran maupun pembuat konten provokatif.
Baca Juga: Komisi A DPRD Jakarta Minta Pramono Sapu Bersih Tawuran Manggarai hingga ke Akar
"Siapapun yang melakukan dan mengkontenkan ini harus kita cari bersama-sama dan diambil tindakan," tegasnya.
Menurut laporan Satpol PP kepada Pemprov, telah ditemukan bukti adanya pihak yang secara sengaja mengunggah konten tawuran. Dia menilai, tindakan tersebut dapat memperburuk situasi keamanan dan memicu bentrok baru di masyarakat.
Sebelumnya, dentuman keras petasan bercampur teriakan massa memecah sore Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2025). Di bawah kolong Stasiun Manggarai, dua kelompok warga saling serang, memercikkan ketegangan yang seketika menyebar ke sekeliling.
Berdasarkan video yang diterima Akurat.co dari warga setempat, ledakan petasan terdengar bertubi-tubi. Percikan api sesekali menyambar udara, diiringi sorak-sorai dan makian.
Baca Juga: Orang Tua dari Pelaku Tawuran Juga Wajib Kena Sanksi
Sejumlah pengendara yang terjebak kemacetan di Jalan Sultan Agung arah Manggarai tampak gelisah, sebagian memilih menepi, sebagian lagi memutar balik untuk menghindar.
"Suara petasannya bikin panik, apalagi jaraknya dekat sekali. Anak-anak langsung saya bawa masuk rumah," ujar Ruli (36), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Tawuran ini tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga meninggalkan rasa takut bagi warga yang nyaris setiap tahun menyaksikan pemandangan serupa. Bagi mereka, sore yang seharusnya menjadi waktu pulang justru berubah menjadi arena pelarian dari kericuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









