Pramono Janji Gunakan Dana KLB untuk Revitalisasi 3 Taman dengan Transparan

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk terus transparan soal penggunaan dana kompensasi peningkatan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Dia memastikan, seluruh proses administrasi yang berkaitan dengan KLB akan dipercepat dan dibuka ke publik.
"Jadi yang pertama hal yang berkaitan dengan KLB memang saya ingin transparan, terbuka. Apapun administrasi dan Pemerintah Jakarta harus lebih terbuka untuk itu, sehingga KLB yang bertele-tele atau SLF yang bertele-tele saya akan percepat," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/4/2025).
Dia menyebut, seluruh dana KLB akan difokuskan untuk kepentingan masyarakat Jakarta. Salah satunya melalui pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di titik strategis seperti Bundaran HI dan Blok M. Selain itu, dana tersebut juga bakal dialokasikan untuk memperluas ruang terbuka hijau di ibu kota.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Dukung Penuh Transformasi Bank DKI
"Termasuk yang kemarin ditandatangani sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat yaitu nanti untuk TOD di Bundaran HI dan TOD di Blok M dan juga untuk membangun taman-taman yang ada di Jakarta," ucapnya.
Selain itu, Pemprov Jakarta juga akan melakukan revitalisasi sejumlah taman di Jakarta Selatan, yakni Taman Ayodia, Taman Langsat, dan Taman Leuser. Proyek tersebut akan didanai dari kompensasi kelebihan KLB yang saat ini sudah tersedia.
"Dari dana KLB, dananya sudah ada, sehingga dengan demikian saya mengharapkan pembangunan ini bisa dimulai pada pertengahan tahun ini," ujarnya.
Revitalisasi ini ditujukan agar fasilitas taman bisa dimanfaatkan masyarakat secara maksimal. Tiga taman tersebut juga bakal dikembangkan sebagai ruang terbuka yang merepresentasikan identitas ibu kota ASEAN.
"Kami akan membuat tiga taman ini Ayodia, Langsat dan Leuser ini menjadi taman utamanya ASEAN. Dan dalam jangka menengah panjang, tempat ini akan menjadi betul-betul sarana ibu kota ASEAN," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









