Hindari Kemacetan, DPRD DKI Imbau Warga Jakarta Mudik Lebih Awal

AKURAT.CO Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, mengimbau warga Jakarta yang ingin mudik untuk berangkat lebih awal, agar terhindar dari kemacetan panjang menjelang Lebaran.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menyarankan agar warga tidak menunda perjalanan hingga dekat dengan waktu Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Menurutnya, kebijakan libur sekolah yang dimulai pada 21 Maret 2025 dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mudik lebih awal.
Baca Juga: 22.000 Kursi Ludes dalam Sehari, Pemprov Jakarta Pertimbangkan Tambah Kuota Mudik Gratis
Dengan waktu libur yang lebih panjang, warga bisa lebih mudah mengatur jadwal keberangkatan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalan.
"Jika berangkat bersamaan, akan memperparah kemacetan dan menyulitkan semua pihak," kata Khoirudin di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Berkaca dari pengalaman mudik Lebaran 2024, di mana lonjakan kendaraan menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah ruas tol dan jalur arteri.
Dari pengalaman tersebut, warga diharapkan bisa lebih bijak dalam merencanakan jadwal mudik, mengingat mudik yang terlalu dekat dengan Lebaran juga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Dia juga meminta Pemerintah Daerah dan instansi terkait, untuk terus mempersiapkan fasilitas pendukung mudik, seperti rest area, posko kesehatan, hingga layanan informasi lalu lintas yang akurat.
"Kegiatan mudik harus dikawal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jakarta, Wahyu Dewanto, mendorong warga Jakarta untuk memanfaatkan Program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Program ini bertujuan, untuk memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman, serta mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan balik.
Baca Juga: Jalan Tol Palembang-Betung Dibuka untuk Mudik 2025, Cegah Macet
Wahyu mengingatkan warga untuk mempersiapkan persyaratan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) jika membawa motor.
Dia juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan membuka pendaftaran gelombang kedua Program Mudik Gratis 2025, setelah gelombang pertama ditutup karena kuota sebanyak 22.403 penumpang sudah habis.
Selain itu, Wahyu menekankan pentingnya memastikan armada yang digunakan untuk mudik gratis sudah lulus uji kelayakan, termasuk pengecekan kesehatan dan tes narkoba untuk pengemudi bus.
"Jalan semakin padat, supir harus sehat. Oleh karena itu, sebelum nyetir, kesehatan pengemudi harus dicek," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







