Solusi Anies Baswedan Atasi Masalah Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta

AKURAT.CO Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti peliknya masalah kemacetan yang masih terjadi.
Menurutnya, kunci untuk mengurai simpul kemacetan di Jakarta bukan terletak pada pelebaran jalan atau pembatasan kendaraan pribadi, melainkan pembangunan transportasi umum yang masif dan terintegrasi.
"Jakarta ini macet karena terlalu banyak penduduk yang menggunakan kendaraan pribadi, sementara transportasi umum belum tuntas dibangun," kata Anies, dalam sebuah diskusi yang juga diunggah melalui kanal Youtube pribadinya, dikutip Rabu (12/11/2025).
Baca Juga: Khoirudin Desak Disdik Jakarta Perkuat Pengawasan Sekolah Pascaledakan SMAN 72
Anies menuturkan, saat pertama kali menjabat Gubernur Jakarta pada 2017, jumlah pengguna transportasi umum harian hanya sekitar 350 ribu orang.
Namun, setelah peluncuran sistem integrasi Jaklingko, jumlah penumpang melonjak tajam menjadi satu juta orang per hari hanya dalam dua tahun.
"Dari 350 ribu menjadi satu juta dalam dua tahun. Untuk persoalan kemacetan ini terkendali, dibutuhkan sekitar empat juta penumpang per hari," ungkapnya.
Baca Juga: Pramono: Portal Satu Data Bakal Jadi Tolak Ukur Kemajuan Jakarta
Menurut Anies, target tersebut bukan angan kosong. Dengan integrasi antarmoda yang diperluas dan pelayanan transportasi publik yang kian berkualitas, peralihan warga dari kendaraan pribadi ke angkutan umum bisa dicapai.
"Kalau empat juta warga Jakarta menggunakan kendaraan umum setiap hari, kemacetan di ibu kota akan jauh berkurang. Kuncinya adalah memperbanyak transportasi umum terintegrasi yang menjangkau seluruh wilayah Jakarta," jelasnya.
Nada suara Anies kembali menekankan satu pesan lama yang belum kehilangan relevansi bahwa kemacetan di Jakarta tidak akan selesai hanya dengan beton dan aspal baru. Melainkan dengan membangun kebiasaan baru di atas roda transportasi umum.
Baca Juga: Pramono Luncurkan Portal Satu Data Jakarta untuk Penguatan Ekosistem Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









