Pramono: Portal Satu Data Bakal Jadi Tolak Ukur Kemajuan Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan Portal Satu Data Jakarta jadi langkah besar menuju pemerintahan yang lebih transparan dan efisien. Dia menekankan, reformasi kebijakan dan percepatan pelayanan publik hanya mungkin dilakukan jika berbasis data yang valid.
"Selama kita menggunakan data dengan benar, pasti hasilnya membawa manfaat. Portal Satu Data ini akan menjadi ukuran kemajuan Jakarta," kata Pramono di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan RI, Selasa (11/11/2025).
Dia menegaskan pentingnya penggunaan data yang akurat, bermakna, dan berdampak dalam setiap pengambilan keputusan pembangunan di Jakarta. "Statistik yang berkualitas, bermakna, dan berdampak itu betul-betul saya terapkan dalam mengambil keputusan di Jakarta," imbuhnya.
Baca Juga: Pramono Luncurkan Portal Satu Data Jakarta untuk Penguatan Ekosistem Digital
Dia juga menyinggung soal tantangan terbesar Jakarta saat ini bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan ketimpangan ekonomi yang meningkat. "Semua indikator kita positif, kecuali gini ratio yang naik dari 0,39 menjadi 0,421. Itu artinya kesenjangan masih harus kita tangani dengan sungguh-sungguh," ujarnya.
Meski dana bagi hasil (DBH) Jakarta dipotong sebesar Rp15 triliun, ada tiga pos anggaran yang tidak boleh diganggu sedikit pun, yaitu Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebesar Rp1,6 triliun untuk 707.920 siswa, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) senilai Rp380 miliar, dan tunjangan kinerja bagi ASN.
"Tiga ini tidak boleh diotak-atik. Kalau ASN dipotong, semua wajahnya murung, nanti gubernurnya juga enggak semangat," ujarnya.
Dalam sambutannya, Pramono juga menyoroti peningkatan posisi Jakarta dalam Global Cities Index Kearney dari peringkat 74 menjadi 71, sebagai bukti kemajuan yang terukur. Namun, dia mengakui masih ada tantangan dalam konsistensi data antarlembaga.
"Sering kali kita bingung karena tidak ada acuan data yang betul-betul bisa dijadikan pegangan. Karena itu, kerja sama dengan BPS dan BSSN ini sangat penting," ujarnya.
Pramono juga mengungkapkan sejumlah capaian Jakarta dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perbaikan signifikan di sektor transportasi dan kualitas hidup warga.
Baca Juga: Komdigi Dorong Satu Data untuk Percepat Transformasi Digital
"Jakarta dulu nomor satu paling macet, sekarang sudah turun ke posisi kelima. Dan kabar baiknya, Jakarta kini menjadi kota bahagia nomor 18 di dunia," ucapnya.
Tak hanya itu, Jakarta kini menempati posisi ke-17 dunia dalam fasilitas transportasi publik, berada di bawah Singapura, namun melampaui Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, dan Hanoi, menurut Time Out Survey terbaru.
Menutup sambutannya, Pramono menyampaikan kesiapan Jakarta berbagi inovasi digital dengan daerah lain. "Kalau ada daerah yang ingin menggunakan JAKI atau belajar dari sistem kami, kami persilakan. Tidak dipungut biaya, asal perangkatnya disiapkan sendiri," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









