Akurat

Valencia Banjir, Fransesco Bagnaia dan Jorge Martin Merasa tak Etis Jika Seri Terakhir tetap Digelar

Hervin Saputra | 1 November 2024, 19:29 WIB
Valencia Banjir, Fransesco Bagnaia dan Jorge Martin Merasa tak Etis Jika Seri Terakhir tetap Digelar

AKURAT.CO, Para pesaing gelar MotoGP musim ini mulai angkat suara tentang bagaimana ketidakpastian Grand Prix Valencia dampak banjir besar bisa memengaruhi perebutan gelar juara.

Namun, pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, optimistis apapun yang diputuskan MotoGP di tengah ketidakpastian penyelenggaraan GP Valencia akan berujung adil.

"Bagaimanapun, jika itu pilihan saya, saya lebih suka tidak balapan di sana (Valencia). Namun, bukan saya yang memutuskan," kata Fransesco Bagnaia dikutip Crash.

"(Tetapi) apa yang akan diputuskan Dorna (pasti) akan baik dan adil, tetapi saya rasa kami punya banyak pilihan lain untuk dicoba.

Baca Juga: MotoGP Malaysia: Jinakkan Sepang yang tak Ramah Bikin Jorge Martin Longgar di Valencia?

"Kami akan menunggu dan apa yang mereka putuskan pasti akan baik-baik saja. Mungkin tidak adil (untuk membatalkan balapan terakhir), tetapi saya bukan orang yang harus memutuskannya."

Apa yang diutarakan sang juara bertahan menyusul banjir mematikan yang telah melanda wilayah Valencia, Spanyol, pada minggu ini.

Hujan lebat mengguyur daerah sekitar kota dekat Sirkuit Ricardo Tormo pada Rabu (30/10) malam setempat.

Bahkan, ada laporan yang menyebut setidaknya ada 95 korban jiwa akibat banjir besar ini. Sementara kerusakan besar juga terjadi pada jalan-jalan akses menuju lintasan sirkuit Ricardo Tormo.

Dari jadwal kalender resmi, MotoGP 2024 akan menggelar putaran terakhirnya untuk musim ini di sirkuit tersebut pada tanggal 15-17 November 2024. Meski demikian sekarang tampaknya sangat tidak mungkin menggelar seri tersebut.

Baca Juga: MotoGP Thailand: Juara, Penampilan Dominan Bagnaia di Buriram Berhasil Pangkas Jarak dari Martin

Dorna Sport selaku penyelenggara belum memberikan keterangan resmi mengenai seri terakhir ini. Meski ada rumor yang menyebut bahwa ada opsi balapan penutup kemungkinan berlangsung di salah satu lokasi antara Malaysia, Qatar, Portugal, atau Barcelona.

Dengan 17 poin yang memisahkan antara Jorge Martin dan Francesco Bagnaia di papan klasemen jelang GP Malaysia akhir pekan ini, ketidakpastian balapan seri terakhir di Valencia jelas bakal berdampak besar pada hasil kejuaraan.

Pecco-sapaan Bagnaia-bahkan menyebut bahwa balapan di Valencia adalah hal yang kurang tepat. Ia merasa ada banyak pilihan lain yang patut dicoba untuk memastikan putaran final tetap berlangsung.

"Bagi saya yang paling sulit adalah dari sisi etika. Karena jujur saja, balapan di sana (Valencia) seperti pesta (saat masyarakat sekitar berduka)," katanya.

"Ini (MotoGP) seperti momen yang menyenangkan. Dan mengetahui bahwa situasinya (di Valencia) seperti itu, saya rasa itu tidak tepat.

Baca Juga: MotoGP Malaysia: Absen Lima Tahun, Andrea Iannone Kembali ke Lintasan untuk VR46

"Dan kami selalu menghormati apa yang terjadi di seluruh dunia. Kita semua hidup di bawah langit yang sama.

Disinggung lokasi terbaik pengganti seri penutup di Valencia, Bagnaia menolak berkomentar. Namun, ia menegaskan bahwa pembatalan total pada putaran terakhir akan sangat tidak adil.

Sementara itu, pimpinan klasemen sementara, Jorge Martin juga setuju dengan apa yang dikatakan rivalnya tersebut. Bahwa akan sangat tidak elok jika memaksakan balapan di Valencia.

Namun, menurutnya yang paling penting saat ini adalah mengetahui kejelasan tentang seri terakhir MotoGP 2024.

"Tetapi, bagi kami hal terbaik adalah mengetahuinya sekarang juga, mengetahuinya hari ini, sehingga Anda mendekati akhir pekan ini dengan cara yang berbeda," kata Martin.

"Saya pikir pilihan terbaik adalah balapan di tempat lain. Namun, saya pikir Dorna, atau MotoGP, akan melakukan hal terbaik dan pilihan terbaik."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.