AKURAT.CO, Lifter putra kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah, belum mampu menyumbangkan medali emas saat turun di Kejuaraan Angkat Besi Asia (AWC) 2025 di Jiangshan, China.
Rizki yang turun di nomor baru, kelas 81 kilogram putra, hanya mampu membawa pulang dua medali perak (total angkatan snatch) dan satu medali perunggu (clean and jerk).
Namun, hasil yang berhasil diraih Rizki pada kelas baru ini ternyata di luar prediksi tim pelatih. Apalagi di kejuaraan ini, Rizki tidak dalam kondisi 100 persen.
Peraih medali emas Olimpiade Paris itu mengalami pecahnya kapalan pada kedua jempol tangannya saat melakukan angkatan clean and jerk.
"Iya untuk penampilan Rizki di Kejuaraan Asia ini alhamdulillah di luar prediksi saya, karena memang Rizki sendiri di latihan belum mencapai angkatan tersebut," kata pelatihnya, Triyatno, saat dihubungi Akurat.co, Selasa (13/5).
"Apalagi dengan kendala kapalan di jempol tangan Rizki keduanya robek parah di angkatan clean and jerk yang membuat hilang fokus saat angkatan terakhir 202 kilogram."
Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 ini berhasil mencatatkan total angkatan 358 kilogram dari angkatan snatch seberat 161 kilogram dan angkatan clean and jerk seberat 197 kilogram.
Di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 kali ini Rizki sebenarnya tidak ditargetkan apa-apa di kelas 81 kilogram.
Apalagi pada Juni mendatang akan ada perubahan kelas lagi di mana Rizki akan bersaing di kelas 79 kilogram.
Penampilan di Jiangshan kali ini dilakukan Rizki sebagai ajang pemanasan sebelum dirinya bersaing di kelas yang baru, kelas 79 kilogram.
"Ke depan Rizki harus lebih fokus lagi, karena di kelas baru 79 kilogram akan banyak pesaing-pesaing yang kuat. Kelas akan berubah mulai Juni nanti," ucap Triyatno.
Sebelumnya tiga medali emas sudah lebih dulu disumbangkan Rahmat Erwin Abdullah yang turun di kelas 73 kilogram putra dengan total angkaran 360 kilogram (
snatch 155 kilogram dan
clean and jerk 205 kilogram).
Sementara satu medali perunggu lainnya disumbangkan oleh Juliana Klarisa yang turun di kelas 55 kilogram putri dari angkatan snatch seberat 82 kilogram.
Dengan hasil ini, Indonesia mampu memboyong total tiga medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 kali ini.