Akurat

Reynhard Sinaga: Profil Lengkap, Modus dan Kronologi Terungkapnya Pemerkosaan Terbesar di Inggris

Titania Isnaenin | 12 November 2025, 14:00 WIB
 Reynhard Sinaga: Profil Lengkap, Modus dan Kronologi Terungkapnya Pemerkosaan Terbesar di Inggris

AKURAT.CO Reynhard Sinaga, seorang warga negara Indonesia, menjadi sorotan dunia setelah kasus kejahatan seksualnya terungkap di Inggris​.

​Ia dijatuhi hukuman seumur hidup atas 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria yang dilakukan di Manchester, Inggris.

​Kasusnya yang menggemparkan ini membuatnya dijuluki sebagai pemerkosa paling produktif dalam sejarah hukum Inggris.

Profil Reynhard Sinaga

​Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga lahir pada 19 Februari 1983 di Jambi, Indonesia, dan menghabiskan masa remajanya di Depok.

​Ia merupakan anak tertua dari empat bersaudara dan berasal dari keluarga Katolik konservatif yang berada.

​Ayahnya adalah seorang pengusaha properti yang juga memiliki bisnis Graha dan Convention Hall Ronatama. ​Keluarga Reynhard dikenal dermawan namun tertutup.

Latar Belakang Pendidikan

​Reynhard Sinaga menempuh pendidikan tinggi di Indonesia dan Inggris. ​

Ia meraih gelar sarjana arsitektur dari Universitas Indonesia pada tahun 2006. ​

Setelah itu, ia pindah ke Inggris pada Agustus 2007 dengan visa pelajar untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Manchester. ​

Di sana, ia menyelesaikan gelar magister di bidang tata kota pada tahun 2009 dan sosiologi pada tahun 2011.

​Reynhard juga sempat menempuh studi doktoral (S-3) di Universitas Leeds pada Agustus 2012 dengan fokus geografi manusia, namun tidak menyelesaikannya.

​Tesis doktoralnya berjudul "Sexuality and everyday transnationalism among South Asian gay and bisexual men in Manchester".

Modus Operandi dan Kejahatan

​Reynhard Sinaga melakukan kejahatan seksualnya di apartemennya di pusat kota Manchester, yang ditinggalinya sejak tahun 2011.

​Modus operandinya adalah mengincar pria muda yang rentan dan sedang mabuk atau tersesat di luar klub malam, pub, atau tempat serupa di dini hari.

​Ia kemudian menawarkan mereka tumpangan atau tempat beristirahat di apartemennya.

​Setibanya di apartemen, Reynhard akan membius korbannya dengan obat yang dicampur minuman beralkohol, diduga kuat Gamma Hidroksi Butirat (GHB). ​

Obat bius ini menyebabkan korban kehilangan kesadaran dan ingatan, serta membuat tubuh melonggar sehingga mudah dipenetrasi. ​

Reynhard merekam aksi pemerkosaannya menggunakan dua telepon seluler, satu untuk jarak dekat dan satu dari jarak jauh. ​

Rekaman video ini berdurasi mulai dari satu jam hingga lebih dari enam jam. ​

Ia juga mengambil barang-barang milik korban seperti jam tangan, kartu identitas, dan foto profil Facebook sebagai "trofi".

​Polisi meyakini Reynhard telah memperkosa atau menyerang setidaknya 206 pria sejak tahun 2015, dan kemungkinan tindakannya sudah dimulai sebelum dia tiba di Inggris pada tahun 2007. ​

Sebagian besar korbannya adalah pria heteroseksual berkulit putih, berusia antara 17 hingga 36 tahun.

Terungkapnya Kasus dan Proses Hukum

​Kasus Reynhard Sinaga terungkap pada 2 Juni 2017, ketika salah satu korbannya sadar saat diperkosa, melawan, dan melarikan diri. ​

Korban tersebut kemudian memukul Reynhard hingga tidak sadarkan diri dan melapor ke polisi. ​

Saat polisi datang ke apartemen Reynhard, mereka menemukan telepon seluler milik Reynhard yang berisi ribuan jam rekaman video kejahatannya, menunjukkan lebih dari 190 korban. ​

Penemuan ini memicu penyelidikan pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris, yang disebut "Operation Island".

​Reynhard menjalani empat sidang terpisah antara tahun 2018 hingga 2020. ​

Ia selalu mengklaim bahwa hubungan seksual itu dilakukan atas dasar suka sama suka, namun klaim ini terbantahkan oleh rekaman video yang menunjukkan korban mendengkur akibat obat bius.

​Pada Januari 2020, Reynhard dinyatakan bersalah atas 159 pelanggaran seksual, termasuk 136 perkosaan, 14 penyerangan seksual, 8 percobaan perkosaan, dan 1 penyerangan dengan penetrasi.

​Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan masa minimal 40 tahun sebelum dapat mengajukan pembebasan bersyarat. ​Hakim Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual setan" yang "tidak akan pernah aman untuk dibebaskan".

Upaya Pemulangan ke Indonesia

​Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), tengah mengupayakan pemulangan Reynhard Sinaga dari Inggris ke Indonesia.

​Pemulangan ini didasari alasan kemanusiaan dan permintaan dari keluarga Reynhard yang kesulitan berkomunikasi dengannya selama di penjara Inggris.

​Proses pemulangan direncanakan melalui mekanisme pertukaran narapidana, bukan transfer of prisoner. ​

Namun, Menko Kumham Imipas Yusril Tegaskan menyatakan pemulangan Reynhard bukan prioritas pemerintah Indonesia.

​Reynhard Sinaga dilaporkan mengalami penganiayaan oleh narapidana lain di Penjara HMP Wakefield pada Juli 2023, yang diduga karena kejahatannya dianggap bejat.

​Meskipun kondisi fisiknya baik, ia mengalami tekanan psikis setelah insiden tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.