Profil Peter Gontha, Eks Dubes RI untuk Polandia yang Kritik Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

AKURAT.CO Eks Duta Besar (Dubes) RI untuk Polandia periode 2014-2019, Peter Gontha baru-baru ini mengkritik pemain naturalisasi Timnas Indonesia melalui akun Instagramnya @petergontha pada Rabu (11/9/2024).
Dalam unggahan tersebut, Peter Gontha mengkritik pemain naturalisasi Timnas Indonesia dan mengungkapkan rasa malunya karena sebagian besar kekuatan Timnas Indonesia kini berasal dari pemain dengan latar belakang campuran.
Baca Juga: Usai Bela Timnas Indonesia, Persija Jakarta Parkir Rizky Ridho Saat Lawan PSBS Biak
Peter Gontha juga menyebutkan bahwa ia telah siap menghadapi konsekuensi setelah menyampaikan kritiknya terhadap keberadaan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia.
“Saya sungguh galau, saya akan posting status yang akan membuat followers saya marah, tapi tidak apa saya ambil risiko ini, karena saya mau menjaga martabat bangsa saya," tulis Peter Gontha dalam unggahannya di Instagram, dikutip pada Kamis (12/9/2024).
Tak hanya itu, Peter Gontha juga mengajukan beberapa pertanyaan yang langsung dijawab olehnya.
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah apakah dia merasa malu karena Timnas Indonesia didominasi oleh sembilan pemain naturalisasi.
Pertanyaan ini merujuk pada sembilan pemain keturunan yang mengisi posisi starter dalam pertandingan Timnas Indonesia melawan Australia pada Selasa (10/9/2024).
Berikut ini pertanyaan dan jawaban dari Peter Gontha:
1. Apakah Anda cinta PSSI? (saya cinta)
2. Apakah Anda cinta bangsa? (saya cinta)
3. Apakah Anda tidak malu lihat PSSI 9 pemainnya adalah bangsa asing yang dinaturalisasi? (Saya malu).
4. Apakah kita bangsa besar? (saya rasa demikian)
5. Apakah Anda tau bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor, nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNI mereka? (saya tahu)
6. Apakah mereka mau membuang tunjangan sosial mereka di negara nya begitu saja? (saya rasa tidak).
7. Apakah menurut Anda tidak lebih baik membina pemain kita dari muda (SD s/d Dewasa)? ( saya rasa demikian)
8. Apakah tidak lebih baik kalah dengan terhormat dari pada Menang atau seri dengan cara yang merendahkan martabat bangsa? (saya malu).
Namun, di balik kritik yang ia lontarkan, Peter Gontha enggan menerima tanggapan dengan menutup kolom komentar di akun Instagram-nya dan memblokir beberapa pengguna.
Lantas siapakah sosok Peter Gontha? Simak penjelasannya di bawah ini.
Profil Peter Gontha
Peter Frans Gontha lahir di Semarang pada 4 Mei 1948. Ia adalah eks Dubes RI untuk Polandia sekaligus pengusaha sukses yang juga menjabat sebagai komisaris Garuda Indonesia.
Peter sendiri merupakan putra dari pasangan V Willem Gontha dan Alice.
Ia memulai kariernya sebagai awak kapal pesiar di Holland-America Line yang berbasis di Belanda, melayani rute trans-Atlantik.
Kemudian, Peter mendapatkan beasiswa untuk belajar akuntansi di Praehap Institute Belanda, berkat dukungan dari Shell.
Selama masa kuliah, untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia bekerja sebagai sopir taksi, pelayan restoran, kelasi, hingga pembersih karat kapal.
Peter kemudian mulai membangun karier di Citibank New York dan akhirnya menjabat sebagai Wakil Presiden American Express Bank untuk Asia.
Kini, ia telah mendirikan berbagai perusahaan, termasuk Plaza Indonesia Realty (The Grand Hyatt Jakarta), Bali Intercontinental Resort, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Surya Citra Televisi (SCTV), PT Chandra Asri Indonesia, PT Tri Polyta Indonesia, First Media, dan Indovision.
Jarang diketahui publik, Peter F. Gontha adalah pemilik BeritaSatu TV dan juga terkenal di industri hiburan sebagai pencetus festival musik terbesar di Indonesia, Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz).
Baca Juga: Peter Gontha Buka 'Bobroknya' Garuda Indonesia, Begini Respons Erick Cs!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









