Akurat

Mengenal Rambu Solo Toraja, Jadi Sorotan Usai Dijadikan Candaan oleh Pandji Pragiwaksono

Titania Isnaenin | 11 Februari 2026, 14:00 WIB
 Mengenal Rambu Solo Toraja, Jadi Sorotan Usai Dijadikan Candaan oleh Pandji Pragiwaksono

 

AKURAT.CO ​​Rambu Solo adalah upacara kematian adat yang sangat penting bagi masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan, Indonesia​.

​Ritual ini bertujuan untuk mengantarkan arwah orang yang telah meninggal dunia menuju alam keabadian atau Puya, dan seringkali membutuhkan biaya yang besar.

​Baru-baru ini, upacara sakral ini menjadi sorotan karena dijadikan bahan candaan oleh komika Pandji Pragiwaksono dan memicu kemarahan dari masyarakat Toraja.

Makna dan Filosofi Rambu Sol

​Bagi masyarakat Toraja, Rambu Solo bukan sekadar prosesi pemakaman, melainkan memiliki makna mendalam dalam kehidupan sosial dan spiritual mereka.

​Dalam kepercayaan tradisional Aluk Todolo, seseorang yang meninggal belum dianggap benar-benar meninggal sampai seluruh rangkaian Rambu Solo selesai dilaksanakan.

​Sebelum upacara ini, jenazah akan disemayamkan di rumah keluarga dan dianggap masih dalam keadaan "sakit" atau "tidur". ​

Tujuan utama upacara ini adalah untuk mengantarkan roh orang yang meninggal menuju Puya, alam keabadian menurut kepercayaan mereka. ​Jika Rambu Solo tidak dilaksanakan, roh seseorang diyakini akan tetap berada di dunia dan belum bisa beristirahat dengan tenang. ​

Oleh karena itu, keluarga yang ditinggalkan akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan upacara ini dengan layak, meskipun memerlukan biaya besar.

​Upacara ini mencerminkan nilai kekerabatan, gotong royong, dan kasih sayang dalam masyarakat Toraja.

Baca Juga: Bocoran Spesifikasi dan Harga iPhone 17e: Pakai Chip A19, Harga Mulai Rp9 Jutaan?

Rangkaian Prosesi yang Unik dan Sakral

​Upacara Rambu Solo memiliki beberapa tingkatan yang berbeda, tergantung pada status sosial dan ekonomi keluarga yang menyelenggarakannya. Secara umum, prosesi ini melibatkan beberapa tahapan utama, seperti:

1. Ma'tudan Mebalun: ​Prosesi pembungkusan jenazah dengan kain khusus sebelum dibawa ke tempat persemayaman.

2. Ma'popengkalao: ​Pengangkatan jenazah ke dalam peti yang akan diletakkan di lumbung atau rumah adat.

3. Ma'pasonglo': ​Upacara doa dan penghormatan kepada arwah yang telah meninggal.

4. Ma'badong: ​Tarian dan nyanyian adat yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan dan kesedihan.

5. Pemotongan Kerbau (Tedong Solok): ​Salah satu bagian terpenting dari upacara ini, di mana sejumlah kerbau dikorbankan sebagai simbol bekal perjalanan roh menuju Puya. ​Semakin banyak kerbau yang dikorbankan, semakin tinggi status sosial keluarga yang meninggal. ​

Kerbau Toraja, terutama jenis Tedong Bonga (kerbau belang), memiliki nilai yang sangat tinggi dan bisa mencapai harga ratusan juta rupiah per ekor. ​Ini adalah salah satu alasan mengapa upacara ini sering kali menjadi sangat mahal.

6. Pemakaman di Tebing atau Kuburan Batu: ​Jenazah kemudian akan ditempatkan di dalam gua atau tebing batu, sesuai dengan tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun. ​Ritual ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, karena biayanya yang sangat tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.