Akurat

Tips Memotret di Kondisi Minim Cahaya Tanpa Noise: Hasil Foto Lebih Bersih dan Tajam

Eko Krisyanto | 1 Desember 2025, 12:29 WIB
Tips Memotret di Kondisi Minim Cahaya Tanpa Noise: Hasil Foto Lebih Bersih dan Tajam

AKURAT.CO Memotret di kondisi minim cahaya sering menjadi tantangan bagi banyak fotografer, baik pemula maupun profesional.

Hasil foto yang gelap, buram, atau dipenuhi noise sering kali membuat momen penting tidak dapat terekam dengan sempurna.

Padahal, kemampuan mengambil gambar dalam pencahayaan rendah adalah skill penting karena banyak aktivitas menarik terjadi pada malam hari atau di ruangan dengan cahaya terbatas.

Namun, kualitas foto low light tetap dapat dijaga bila kamu memahami teknik yang tepat. Dengan menguasai pengaturan kamera, memanfaatkan cahaya yang ada, serta menjaga stabilitas perangkat, hasil foto bisa tetap tajam dan minim noise.

Berikut adalah panduan lengkap yang mudah dipraktikkan untuk menghasilkan gambar berkualitas meski dalam kondisi cahaya minim.

1. Gunakan Mode Manual agar Lebih Bebas Mengatur Exposure

Mode manual memberi fleksibilitas penuh atas pengaturan ISO, aperture, dan shutter speed.

Dengan kontrol ini, kamu bisa menyeimbangkan cahaya masuk tanpa membuat gambar terlalu terang atau terlalu noise.

● ISO sebaiknya dinaikkan secukupnya saja, misalnya di rentang menengah agar noise tidak berlebihan.
● Aperture dibuat lebar (f kecil) agar cahaya lebih banyak masuk.
● Shutter speed diatur tidak terlalu lambat jika memotret tanpa tripod untuk menghindari blur.

2. Stabilkan Kamera dengan Tripod atau Permukaan Padat

Saat memotret di tempat gelap, kamera membutuhkan waktu rana lebih lama, sehingga risiko blur meningkat.

Tripod adalah alat terbaik untuk menjaga stabilitas tetapi kamu juga bisa menempatkan kamera di meja, tembok, atau permukaan kokoh lain. Teknik ini membuat gambar lebih tajam tanpa harus menaikkan ISO terlalu tinggi.

3. Maksimalkan Cahaya yang Tersedia

Alih-alih langsung menggunakan flash, prioritaskan memanfaatkan cahaya ambient seperti lampu ruangan, cahaya jalan, jendela, lilin atau objek terang lain di sekitar.

Memindahkan subjek ke bagian yang lebih terang juga sangat membantu menjaga detail wajah atau objek agar terlihat jelas. Cahaya lembut akan menghasilkan foto yang lebih natural.

4. Pilih Format RAW untuk Editing Lebih Fleksibel

RAW memungkinkan kamu memperbaiki pencahayaan, warna, hingga detail bayangan saat proses editing.

Selain itu, format ini memberikan ruang lebih besar untuk mengurangi noise secara halus tanpa merusak kualitas gambar dibandingkan JPEG.

Jika fotonya sangat gelap, RAW dapat menyelamatkan banyak detail yang tidak terlihat sebelumnya.

5. Manfaatkan Fitur Night Mode pada Smartphone

Jika menggunakan smartphone, aktifkan mode malam atau mode low light bawaan. Fitur ini secara otomatis menyesuaikan pengaturan kamera, meningkatkan pencahayaan serta menstabilkan gambar menggunakan software internal.

Tambahan seperti tripod kecil atau timer 2-3 detik juga dapat membantu menekan guncangan tangan.

6. Jangan Lupa untuk Bereksperimen

Setiap kondisi low light berbeda-beda. Lokasi indoor, jalan malam, atau kamar remang-remang butuh kombinasi pengaturan yang berbeda pula.

Karena itu, penting untuk mencoba berbagai setting hingga menemukan hasil terbaik. Eksplorasi membuat insting fotografi berkembang dan kemampuan low light semakin meningkat.

Memotret dalam kondisi minim cahaya memang menantang, tetapi bukan berarti sulit menghasilkan foto yang jernih dan minim noise.

Dengan memanfaatkan mode manual, menjaga stabilitas kamera, mengatur cahaya, memanfaatkan format RAW dan menggunakan fitur bawaan smartphone, kamu bisa menghasilkan foto low light yang jauh lebih berkualitas.

Kuncinya adalah latihan dan keberanian untuk bereksperimen.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK