Akurat

Apa Itu Focus Peaking dalam Fotografi dan Kenapa Sangat Berguna untuk Manual Focus?

Eko Krisyanto | 1 Desember 2025, 12:14 WIB
Apa Itu Focus Peaking dalam Fotografi dan Kenapa Sangat Berguna untuk Manual Focus?

AKURAT.CO Fotografi modern tidak hanya mengandalkan kemampuan kamera tetapi juga ketelitian dalam menentukan fokus agar hasil gambar terlihat tajam dan profesional.

Salah satu fitur yang makin populer digunakan para fotografer, terutama pengguna lensa manual adalah focus peaking.

Fitur ini hadir untuk membantu menampilkan area yang sedang berada dalam fokus melalui tanda berupa garis berwarna yang muncul di tepi objek.

Dengan begitu, fotografer bisa lebih mudah mengatur ketajaman gambar secara manual tanpa harus terus-menerus memperbesar tampilan layar.

Di sisi lain, perkembangan kamera mirrorless dan teknologi live view membuat penggunaan focus peaking semakin relevan.

Fotografer yang sering bekerja dalam kondisi cahaya redup, depth of field dangkal, atau dengan subjek kecil sangat terbantu karena mereka tidak perlu menebak fokus secara visual.

Cukup dengan melihat highlight pada layar, bagian gambar yang benar-benar tajam langsung terlihat jelas. Inilah alasan mengapa focus peaking semakin dianggap sebagai fitur penting dalam dunia fotografi digital.

Apa Itu Focus Peaking?

Focus peaking adalah fitur kamera yang menampilkan sorotan (highlight) berwarna pada area yang berada dalam titik fokus.

Sorotan ini muncul sebagai garis-garis tipis di tepi objek yang memiliki kontras tinggi, seperti tekstur rambut, daun, atau permukaan benda.

Warna yang muncul biasanya dapat dipilih, seperti merah, kuning, putih, biru, atau hijau, sehingga lebih mudah terlihat di berbagai kondisi pencahayaan.

Teknologi ini bekerja secara real-time di layar LCD ataupun electronic viewfinder (EVF). Saat fotografer memutar cincin fokus pada lensa manual, garis highlight akan bergerak mengikuti perubahan ketajaman.

Hal ini memungkinkan pengguna mendapatkan fokus paling presisi hanya dengan memperhatikan pergerakan warna tersebut.

Cara Kerja Focus Peaking

Focus peaking menggunakan algoritma pendeteksian tepi (edge detection). Kamera menganalisis bagian mana yang memiliki kontras tinggi, biasanya area dengan detail paling jelas karena area inilah yang berada pada fokus.

Setelah area tersebut terdeteksi, kamera menambahkan overlay warna sebagai tanda bahwa bagian itu sudah tajam.

Karena bekerja secara langsung saat memutar focus ring, fitur ini memberikan feedback visual instan.

Hasilnya, proses manual focus peaking menjadi lebih cepat dan mudah meski tanpa bantuan autofocus.

Keunggulan Focus Peaking untuk Manual Focus

1. Memudahkan Pemfokusan Manual

Tanpa focus peaking, pengguna lensa manual biasanya harus mengandalkan insting mata atau memperbesar layar untuk melihat ketajaman.

Dengan focus peaking, semua highlight tajam langsung terlihat sehingga proses fokus jauh lebih cepat dan presisi.

2. Sangat Berguna dalam Kondisi Sulit

Di kondisi minim cahaya, pengaturan aperture lebar, atau saat subjek sangat kecil, menentukan fokus bisa menjadi tantangan.

Focus peaking memberikan bantuan visual sehingga area tajam tetap mudah dikenali meski kondisi pencahayaan buruk.

3. Optimal untuk Lensa Manual dan Lensa Vintage

Bagi pengguna lensa manual seperti Helios, Canon FD, Minolta, atau lensa-lensa vintage lainnya, fitur ini membantu mengatasi ketiadaan autofocus.

Dengan focus peaking, lensa lama bisa tetap digunakan dengan nyaman pada kamera modern.

4. Meningkatkan Kontrol Kreatif

Fotografer dapat menentukan sendiri bagian mana yang harus tajam, misalnya mata pada foto potret atau bagian kecil pada foto makro. Focus peaking mempermudah penempatan fokus sesuai kebutuhan artistik.

Kapan Focus Peaking Sebaiknya Digunakan?

● Saat memakai lensa manual atau lensa vintage.
● Saat memotret makro, di mana area fokus sangat tipis.
● Saat memotret potret dengan bokeh lebar.
● Saat memotret landscape dan ingin memastikan fokus merata.
● Saat bekerja dalam cahaya redup.
● Saat ingin mendapatkan fokus yang lebih kreatif dan presisi.

Namun, focus peaking juga memiliki keterbatasan. Pada aperture yang sangat besar (misalnya f/1.2), sorotan bisa tampak terlalu lebar sehingga terlihat seolah banyak area fokus padahal kenyataannya tidak.

Oleh karena itu, mengombinasikan focus peaking dengan fitur zoom-in akan memberikan hasil yang jauh lebih akurat.

Focus peaking adalah salah satu fitur paling berguna dalam fotografi digital modern, terutama bagi pengguna lensa manual. Fitur ini mempermudah proses mencari fokus dengan memberikan highlight berwarna pada area yang tajam secara real time.

Dengan kemampuan mendeteksi kontras dan menampilkan hasil langsung di layar, focus peaking membuat pemfokusan manual lebih cepat, akurat, dan menyenangkan.

Bagi fotografer yang ingin meningkatkan kontrol kreatif dan memaksimalkan penggunaan lensa manual, focus peaking adalah fitur yang wajib diaktifkan.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK