Akurat

Apa Itu ISO Kamera? Pengertian, Fungsi dan Cara Mengaturnya untuk Pemula

Eko Krisyanto | 1 Desember 2025, 12:23 WIB
Apa Itu ISO Kamera? Pengertian, Fungsi dan Cara Mengaturnya untuk Pemula

AKURAT.CO Dalam dalam fotografi, memahami pengaturan dasar pada kamera adalah langkah pertama yang wajib dilakukan oleh setiap pemula. Salah satu pengaturan yang paling penting adalah ISO, sebuah elemen yang berperan besar dalam menentukan terang-gelapnya sebuah foto.

Banyak orang yang baru mulai memotret sering kali mengabaikan pengaturan ini dan mengandalkan mode otomatis, padahal ISO memiliki peran besar dalam menghasilkan foto yang sesuai keinginan.

Memahami cara kerja ISO akan membantu Anda lebih bebas berekspresi dalam berbagai kondisi pencahayaan.

ISO juga menjadi bagian penting dari segitiga eksposur bersama aperture dan shutter speed. Ketiga elemen ini harus bekerja secara seimbang untuk menciptakan hasil foto yang tepat.

Jika salah satu di antaranya tidak sesuai, foto bisa menjadi terlalu gelap, terlalu terang atau penuh noise.

Oleh karena itu, pengetahuan tentang ISO akan membantu Anda menghindari kesalahan umum dalam fotografi sekaligus meningkatkan kualitas hasil jepretan.

Apa Itu ISO Kamera?

ISO atau International Organization for Standardization adalah ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya.

Angkanya biasanya ditulis dalam bentuk 100, 200, 400, 800, 1600 dan seterusnya. Semakin tinggi angka ISO, semakin sensitif sensor terhadap cahaya sehingga foto akan tampak lebih terang meskipun kondisi pencahayaan minim.

Sebaliknya, ISO rendah membuat sensor kurang sensitif sehingga foto tampak lebih bersih namun membutuhkan cahaya yang cukup.

ISO berasal dari standar internasional yang menyamakan sensitivitas cahaya pada berbagai perangkat kamera, baik digital maupun analog.

Dengan adanya standar ini, fotografer dapat mengatur ISO sesuai kebutuhan pencahayaan tanpa bingung membandingkan dengan kamera lain.

Fungsi ISO dalam Fotografi

ISO memiliki beberapa fungsi penting dalam pengambilan gambar, di antaranya:

1. Mengatur Kecerahan Cahaya

Dengan menaikkan ISO, Anda dapat membuat foto lebih terang meskipun cahaya di sekitar sangat minim.

Pengaturan ini sangat membantu ketika memotret di dalam ruangan atau malam hari tanpa menggunakan flash.

2. Mendukung Shutter Speed Lebih Cepat

ISO yang lebih tinggi memungkinkan shutter speed tetap cepat, sehingga cocok digunakan untuk memotret objek bergerak seperti hewan, olahraga, atau kendaraan. Dengan begitu, foto tidak mudah blur meskipun pencahayaan kurang.

3. Fleksibilitas di Berbagai Kondisi Cahaya

ISO memberikan keleluasaan bagi fotografer untuk menyesuaikan eksposur tanpa harus selalu bergantung pada sumber cahaya tambahan seperti lampu studio atau flash.

4. Bagian dari Segitiga Eksposur

ISO bekerja bersama aperture dan shutter speed untuk membuat keseimbangan cahaya yang masuk ke kamera.

Karena itu, pengaturan ISO tidak bisa berdiri sendiri dan harus disesuaikan dengan dua elemen lain agar hasil foto optimal.

Kekurangan Menggunakan ISO Tinggi

Meskipun ISO tinggi memudahkan pemotretan di kondisi minim cahaya, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan noise atau butiran kasar pada foto. Noise membuat foto terlihat kurang tajam dan mengurangi detail.

Semakin tinggi ISO yang digunakan, semakin besar peluang munculnya noise, terutama pada kamera dengan sensor kecil.

Karena itu, gunakan ISO tinggi hanya saat benar-benar dibutuhkan. Jika masih memungkinkan, prioritaskan ISO rendah demi kualitas gambar yang lebih bersih.

Cara Mengatur ISO Kamera

Mengatur ISO sebenarnya cukup mudah. Kebanyakan kamera DSLR, mirrorless, hingga smartphone sudah menyediakan tombol atau menu khusus.

Berikut panduan singkat yang dijadikan acuan:

1. Gunakan ISO 100-400 untuk Cahaya Terang

Cocok digunakan saat kondisi luar ruangan di siang hari. Hasil foto lebih tajam, minim noise, dan warna lebih akurat.

2. Gunakan ISO 400-800 untuk Dalam Ruangan

Saat cahaya tidak terlalu kuat namun masih cukup, ISO ini membantu menjaga kecerahan foto tanpa terlalu banyak noise.

3. Gunakan ISO 800-1600 untuk Kondisi Redup

Misalnya saat sore hari, ruangan dengan lampu minim, atau memotret objek bergerak.

4. Gunakan ISO 1600 ke Atas untuk Malam Hari

Jika Anda memotret tanpa tripod atau flash pada malam hari, ISO tinggi akan membantu menghindari foto gelap dan blur.

ISO kamera adalah pengaturan penting yang menentukan sensitivitas kamera terhadap cahaya.

Pemahaman tentang ISO akan membantu fotografer menghasilkan foto sesuai kebutuhan, baik dalam kondisi terang maupun gelap.

Dengan penggunaan yang tepat, ISO bisa menjadi alat yang sangat membantu dalam menciptakan foto yang berkualitas, meskipun Anda harus tetap memperhatikan munculnya noise pada pengaturan tinggi.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK