Akurat

7 Tips Membangun Rumah yang Aman dari Banjir, Cegah Kerugian Sejak Dini

Eko Krisyanto | 5 November 2025, 15:58 WIB
7 Tips Membangun Rumah yang Aman dari Banjir, Cegah Kerugian Sejak Dini

AKURAT.CO Banjir menjadi salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, terutama di kawasan perkotaan dengan sistem drainase yang kurang baik. Akibatnya, banyak rumah warga terendam air, menyebabkan kerugian material hingga risiko kesehatan.

Oleh karena itu, penting untuk merancang rumah yang tahan terhadap banjir agar dapat meminimalkan dampak buruk ketika musim hujan tiba.

Membangun rumah yang aman dari banjir tidak hanya bergantung pada lokasi, tetapi juga pada desain, material bangunan, hingga sistem pembuangan air di sekitar rumah.

Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan agar rumah tetap aman dan nyaman meski berada di daerah rawan banjir.

Baca Juga: Wapres Gibran Tekankan Sinergi Pusat–Daerah Tangani Banjir Semarang

Pilih Lokasi yang Lebih Tinggi

Langkah pertama dalam membangun rumah tahan banjir adalah memilih lokasi yang berada di area lebih tinggi dari jalan utama atau sungai. Lokasi yang landai atau dekat dengan aliran air memiliki risiko genangan lebih besar. Jika lahan yang dimiliki sudah berada di area rawan, pertimbangkan untuk menambah ketinggian tanah sebelum membangun pondasi. Cara ini terbukti efektif dalam mencegah air masuk ke dalam rumah ketika debit air meningkat.

Bangun Pondasi dan Lantai yang Tinggi

Selain lokasi, tinggi pondasi dan lantai juga sangat berpengaruh terhadap keamanan rumah dari banjir.

Idealnya, lantai rumah dibuat setidaknya 30 hingga 50 sentimeter lebih tinggi dari permukaan jalan. Pondasi yang kuat dan tinggi akan melindungi struktur rumah dari kerusakan akibat air dan lumpur.

Beberapa arsitek bahkan menyarankan penggunaan struktur rumah panggung di daerah dengan risiko banjir tinggi, karena ruang kosong di bawah rumah dapat menjadi jalur aliran air saat hujan deras.

Gunakan Material yang Tahan Air

Pemilihan material bangunan juga menjadi kunci utama. Hindari penggunaan bahan yang mudah rusak atau berjamur ketika terkena air, seperti papan kayu lunak atau gypsum. Sebaliknya, gunakan bahan seperti beton, keramik, atau batu bata yang dilapisi pelindung anti air.

Untuk dinding, cat waterproof atau lapisan pelindung khusus dapat membantu mencegah rembesan air. Sementara itu, untuk lantai, pilih bahan yang tidak licin saat basah agar tetap aman digunakan ketika terjadi genangan.

Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Banjir Dukungan Internasional, UEA, Turki hingga Singapura Siap Merapat

Pastikan Saluran Air Berfungsi Baik

Salah satu penyebab utama banjir di rumah adalah saluran air yang tersumbat atau tidak dirancang dengan baik. Oleh karena itu, pastikan sistem drainase di sekitar rumah berfungsi optimal.

Periksa secara berkala selokan, talang, dan pipa pembuangan agar tidak tersumbat oleh sampah atau daun kering.

Selain itu, membuat sumur resapan atau biopori juga dapat membantu mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah, mengurangi potensi genangan di halaman rumah.

Desain Taman dengan Fungsi Resapan Air

Area hijau di sekitar rumah bisa menjadi solusi alami untuk mengurangi risiko banjir. Hindari menutup seluruh halaman dengan paving atau beton. Sebagai gantinya, sisakan area terbuka dengan tanah atau rumput yang dapat menyerap air hujan.

Menanam pohon atau tanaman berakar dalam juga dapat membantu memperkuat struktur tanah sekaligus mempercepat proses resapan air.

Dengan desain taman yang tepat, rumah tidak hanya terlihat asri tetapi juga lebih aman dari genangan air.

Gunakan Pintu dan Ventilasi Tahan Air

Pintu dan ventilasi sering menjadi titik masuk air saat banjir. Oleh karena itu, penting memilih jenis pintu dengan bahan kedap air seperti logam atau PVC. Pasang juga pelindung tambahan seperti penghalang air sementara di bagian bawah pintu ketika hujan deras datang.

Untuk ventilasi, gunakan desain yang lebih tinggi agar tidak menjadi jalur masuk air. Beberapa rumah modern bahkan sudah menggunakan sistem ventilasi otomatis yang bisa ditutup rapat saat curah hujan tinggi.

Siapkan Sistem Pencegahan Darurat

Meski sudah membangun rumah dengan konsep tahan banjir, tetap penting menyiapkan sistem pencegahan darurat. Misalnya, memasang pompa air otomatis di area bawah tanah atau gudang agar air cepat keluar saat banjir datang.

Selain itu, siapkan juga jalur evakuasi dan letakkan barang-barang berharga di tempat yang lebih tinggi. Dengan langkah ini, risiko kerugian akibat banjir dapat diminimalkan secara signifikan.

Nah, itulah beberapa langkah yang bisa kamu terapkan untuk membangun rumah yang aman dari banjir.

Dengan perencanaan yang matang sejak awal, kamu tidak hanya melindungi rumah dari risiko kerusakan akibat banjir, tetapi juga berinvestasi untuk keamanan dan kenyamanan keluarga dalam jangka panjang. 

Jadi, sebelum membangun atau merenovasi rumah, pastikan semua aspek pencegahan banjir sudah kamu pikirkan dengan matang.

Nadira Maia Arziki (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R