Kompor Gas vs Listrik: Mana yang Lebih Efisien dan Aman untuk Memasak di Rumah?

AKURAT.CO Dalam dunia memasak modern, pilihan antara kompor gas dan kompor listrik sering menjadi perdebatan di kalangan pengguna rumah tangga. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, baik dari segi efisiensi energi, keamanan, maupun rasa makanan yang dihasilkan.
Seiring meningkatnya kesadaran akan penggunaan energi ramah lingkungan dan keamanan dapur, semakin banyak orang mulai mempertimbangkan peralihan dari kompor gas ke kompor listrik.
Namun, sebelum memutuskan pilihan, penting untuk memahami perbedaan mendasar dari kedua jenis kompor ini.
Bagaimana cara kerja masing-masing, mana yang lebih hemat, serta apa saja pertimbangan yang perlu diketahui?
Simak penjelasan berikut agar kamu bisa menentukan kompor terbaik sesuai kebutuhan rumah tanggamu.
Baca Juga: PLN Batalkan Program Pengalihan Kompor LPG 3 Kg ke Kompor Listrik
Cara Kerja Kompor Gas dan Kompor Listrik
Kompor gas bekerja dengan membakar campuran gas elpiji dan udara untuk menghasilkan api langsung di bawah alat masak.
Sementara itu, kompor listrik mengandalkan energi listrik yang diubah menjadi panas melalui elemen pemanas (heating coil) atau induksi elektromagnetik, tergantung pada jenisnya.
Kompor induksi, salah satu jenis kompor listrik, memanaskan alat masak secara langsung menggunakan medan elektromagnetik, bukan udara di sekitarnya. Karena itu, panas yang dihasilkan lebih cepat dan efisien dibandingkan kompor gas tradisional.
Efisiensi Energi
Dari segi efisiensi, kompor listrik, khususnya yang berbasis induksi, dinilai lebih hemat energi.
Berdasarkan data dari Earth.org, sekitar 80–90 persen energi listrik dikonversi langsung menjadi panas pada kompor induksi.
Sebaliknya, kompor gas hanya mengubah sekitar 40–55 persen energi gas menjadi panas yang benar-benar dimanfaatkan untuk memasak.
Efisiensi ini juga bergantung pada harga energi di wilayah masing-masing.
Di Indonesia, biaya penggunaan gas elpiji masih tergolong lebih murah dibandingkan tarif listrik per kWh, sehingga dari sisi ekonomi, kompor gas masih lebih hemat untuk penggunaan sehari-hari.
Keamanan Penggunaan
Keamanan menjadi salah satu alasan utama orang beralih ke kompor listrik.
Tidak ada api terbuka dan risiko kebocoran gas bisa dihindari.
Kompor induksi juga memiliki fitur mati otomatis jika tidak ada alat masak di atasnya, sehingga mencegah pemborosan energi maupun risiko terbakar.
Namun, kompor gas masih menjadi pilihan favorit sebagian orang karena daya panasnya yang tinggi dan mudah dikontrol.
Meski begitu, pengguna harus selalu memastikan tabung gas dalam kondisi baik dan ditempatkan di area berventilasi agar aman digunakan.
Pengaruh terhadap Rasa Masakan
Banyak juru masak profesional tetap memilih kompor gas karena api langsung memungkinkan kontrol panas yang lebih presisi dan memberikan efek smoky pada beberapa masakan. Sementara itu, kompor listrik lebih cocok untuk kegiatan memasak yang memerlukan suhu stabil, seperti merebus atau mengukus.
Baca Juga: Pintar Nyalakan Kompor Listrik, Kucing Sebabkan 107 Kebakaran Rumah di Korea Selatan
Perawatan dan Umur Pakai
Kompor listrik cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki tungku atau nyala api.
Permukaannya yang datar cukup dilap menggunakan kain lembap setelah digunakan. Sedangkan pada kompor gas, kerak dari minyak dan sisa makanan sering menumpuk di sekitar tungku dan sulit dibersihkan.
Untuk umur pakai, keduanya bisa bertahan lama tergantung perawatan. Namun, kompor induksi biasanya memiliki daya tahan lebih tinggi karena tidak banyak komponen mekanis yang terpapar api langsung.
Baik kompor gas maupun kompor listrik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Jika kamu mengutamakan rasa dan fleksibilitas saat memasak, kompor gas bisa menjadi pilihan yang tepat.
Tetapi jika keamanan, efisiensi energi, dan kemudahan perawatan lebih kamu prioritaskan, kompor listrik atau induksi bisa jadi opsi terbaik untuk dapur modern.
Pada akhirnya, pemilihan jenis kompor sebaiknya disesuaikan dengan gaya hidup, kebutuhan memasak, serta anggaran energi rumah tangga kamu.
Nadira Maia Arziki (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









