Akurat

Apa Makna Sering Mengganti Dekorasi Rumah Menurut Psikologi?

Rahmat Ghafur | 26 Desember 2025, 23:37 WIB
Apa Makna Sering Mengganti Dekorasi Rumah Menurut Psikologi?

AKURAT.CO Jika Anda tipe orang yang rajin memindahkan sofa, mengganti sarung bantal sesuai musim, atau rutin menyusun ulang ruang tamu, kebiasaan ini sebenarnya menyimpan pesan psikologis.

Dorongan untuk menyegarkan suasana rumah kerap berkaitan dengan kondisi emosi, cara mengelola stres, hingga kebutuhan akan rasa aman dan kendali diri.

Baca Juga: Psikologi di Balik Perselingkuhan: Mengapa Orang Bisa Tergoda?

Dalam psikologi, kebiasaan sehari-hari sering menjadi cermin dunia batin. Termasuk kebiasaan mengubah dekorasi rumah.

Dari sini, kita bisa melihat bagaimana seseorang menenangkan diri, merespons tekanan, serta mengekspresikan kepribadian dan kebutuhan emosionalnya melalui ruang tempat tinggal.

Alasan di Balik Kebiasaan Mengubah Dekorasi

Banyak orang mulai menata ulang rumah saat memasuki fase hidup baru, merasa jenuh, atau ketika situasi terasa di luar kendali.

Memindahkan furnitur, mengecat ulang dinding, atau mengganti hiasan dinding bisa memberi efek “reset” yang serupa dengan meditasi atau menulis jurnal. Aktivitas ini memberi rasa teratur saat pikiran terasa penuh dan berantakan.

Pada sebagian orang, kebiasaan ini menunjukkan kepekaan tinggi terhadap rangsangan sekitar. Warna, cahaya, tekstur, hingga kerapian ruang sangat memengaruhi suasana hati.

Warna sejuk membantu fokus, cahaya hangat menghadirkan ketenangan, sementara ruang yang rapi bisa meredam kegelisahan. Mengubah dekorasi menjadi cara menciptakan suasana emosional yang dibutuhkan saat itu.

Kebiasaan ini juga bisa menandakan kebutuhan akan hal-hal baru. Bereksperimen dengan tanaman, motif, atau konsep desain memberi stimulasi mental tanpa harus membuat perubahan besar dalam hidup. Rumah menjadi ruang aman untuk berkreasi dan bereksplorasi.

Dalam kondisi tertentu, seringnya memperbarui dekorasi menunjukkan bahwa seseorang menjadikan rumah sebagai perpanjangan dari identitas diri.

Seiring bertumbuhnya cara pandang dan tujuan hidup, lingkungan pun ikut disesuaikan. Ini mencerminkan kesadaran diri dan keinginan hidup selaras dengan versi diri yang sekarang.

Baca Juga: Apakah kacamata hitam benar-benar membuat Anda menjadi orang yang lebih percaya diri? Ini Jawaban Psikolog

Kebiasaan Lain yang Punya Makna Serupa

Pola ini juga muncul dalam kebiasaan sehari-hari lainnya. Hal-hal yang tampak sepele ternyata digerakkan oleh kebutuhan emosional yang sama.

- Menata ulang lemari atau laci sebagai bentuk mencari kendali di masa penuh tekanan.
- Sering berganti hobi demi menjaga pikiran tetap aktif dan terstimulasi.
- Mengubah gaya rambut atau busana sebagai sarana ekspresi diri dan penyegaran emosi.
- Mengganti tampilan ponsel atau desktop untuk menciptakan rasa rapi dan teratur.
- Membersihkan rumah secara berulang untuk meredakan kecemasan.
- Memindahkan dekorasi kecil sebagai cara halus menenangkan diri saat hidup terasa tak pasti.

Semua kebiasaan ini berangkat dari prinsip yang sama: mengatur lingkungan bisa membantu menata pikiran. Ini bukan tanda ketidakstabilan, melainkan menunjukkan kepekaan terhadap emosi, kesadaran diri yang baik, dan kemampuan menggunakan ruang sekitar sebagai sumber kenyamanan dan kejernihan mental.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D