Apa Itu Reskilling? Pengertian dan Contohnya di Berbagai Profesi
Eko Krisyanto | 7 Oktober 2025, 18:48 WIB

AKURAT.CO Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat, dunia kerja mengalami transformasi besar-besaran. Banyak profesi lama mulai bergeser atau bahkan menghilang, sementara peran-peran baru bermunculan dengan tuntutan keterampilan yang berbeda.
Reskilling menjadi kunci penting agar tenaga kerja tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dilansir dari WorkForceEdge, reskilling adalah proses mempelajari keterampilan baru yang memungkinkan seseorang berpindah ke bidang pekerjaan yang berbeda dari sebelumnya.
Reskilling menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk menghadapi tantangan perubahan digital dan otomasi, sekaligus membantu pekerja menemukan arah baru dalam kariernya. Proses ini biasanya dilakukan melalui pelatihan formal, kursus daring, hingga program internal perusahaan yang dirancang untuk mengasah keahlian baru.
Reskilling membantu perusahaan menutup kesenjangan keterampilan dan memberikan peluang bagi individu untuk mengeksplorasi potensi baru yang sebelumnya tidak mereka miliki.
Reskilling dilakukan karena perubahan teknologi dan kebutuhan industri menuntut keterampilan yang berbeda dari masa lalu.
Banyak individu yang sebelumnya bekerja di sektor tradisional kini perlu mempelajari bidang seperti analisis data, desain digital, hingga manajemen proyek berbasis teknologi.
Program reskilling dapat diterapkan di berbagai tempat seperti institusi pendidikan, pelatihan kerja, hingga perusahaan global yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia. Program ini diadakan ketika perusahaan melakukan transformasi besar atau ketika pekerjaan lama mulai kehilangan relevansinya.
Contoh reskilling di berbagai profesi
1. Karyawan Ritel Menjadi Analis Bisnis
Seorang karyawan toko ritel yang sebelumnya hanya bertugas melayani pelanggan dan mengelola stok barang memutuskan untuk mengikuti bootcamp data analytics. Setelah menyelesaikan pelatihan intensif tersebut, dia berhasil beralih profesi menjadi business analyst. Dalam peran barunya, dia menggunakan keterampilan analisis data untuk membantu perusahaan memahami perilaku konsumen, mengoptimalkan penjualan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Transformasi ini menunjukkan bahwa latar belakang non-teknis bukan penghalang untuk memasuki dunia analisis berbasis data.
2. Guru Sekolah Beralih Menjadi Instructional Designer
Seorang guru yang terbiasa mengajar di ruang kelas tradisional memutuskan untuk mempelajari instructional design melalui kursus daring.
Setelah memahami dasar-dasar desain pembelajaran digital, dia berhasil menjadi instructional designer di sebuah perusahaan teknologi pendidikan. Dalam peran ini, dia mengembangkan modul e-learning interaktif yang membantu ribuan siswa belajar secara daring dengan lebih efektif. Perubahan karier ini menunjukkan bagaimana keterampilan pedagogik dapat dimanfaatkan untuk bidang baru yang relevan dengan era digital.
3. Tenaga Kesehatan Mengambil Peran Manajerial
Dalam sektor kesehatan, program reskilling memungkinkan staf klinis untuk beralih ke posisi administrasi dan manajerial. Misalnya, seorang perawat yang memiliki pengalaman di lapangan mengikuti pelatihan manajemen rumah sakit. Setelah menyelesaikan program tersebut, dia dipercaya mengelola tim dan mengoptimalkan alur pelayanan pasien. Langkah ini tidak hanya memperluas kariernya, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.
4. Karyawan Non-Teknis di Perusahaan Teknologi Menjadi Software Engineer
Perusahaan besar seperti Amazon menyediakan program reskilling internal bagi karyawan non-teknis yang ingin beralih ke bidang teknologi. Program ini mengajarkan dasar-dasar pemrograman, logika komputer, dan pengembangan perangkat lunak.
Setelah melalui pelatihan, para peserta dapat mengambil posisi baru sebagai software engineer atau data specialist. Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang karier baru bagi karyawan lama, tetapi juga memperkuat ekosistem talenta di dunia teknologi.
Dengan semangat belajar dan dukungan yang tepat, setiap individu memiliki kesempatan untuk menemukan kembali potensinya di dunia kerja yang terus berevolusi.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









