Apa Itu Call to Action? Ini Pengertian, Prinsip dan Contoh CTA yang Efektif

AKURAT.CO Dalam dunia marketing, sebuah konten bisa jadi sudah menarik dan informatif. Namun tanpa CTA yang tepat, audiens mungkin tidak melakukan apapun.
CTA bukan sekadar tombol atau tautan, tetapi ketika dirancang dengan strategi dan psikologi audiens yang tepat, CTA bisa "mengubah" pembaca pasif menjadi pengunjung aktif, subscriber, atau pelanggan.
Call to Action (CTA) merupakan elemen pemasaran berupa tulisan, tombol, atau ajakan yang mendorong audiens untuk mengambil tindakan seperti membeli produk, mendaftar, mengunduh, atau membaca lebih lanjut.
CTA berfungsi sangat penting dalam memperjelas user journey sehingga menghindari kebingungan audiens dan menurunkan angka "bounce."
Dengan CTA yang efektif, kamu bisa menambah value pada konten, memperkuat tujuan marketing, dan meningkatkan tingkat konversi.
Prinsip Membuat CTA yang Efektif
1. Gunakan Kata Kerja Aksi yang Kuat dan Langsung
Kata kerja seperti "Daftar", "Beli", "Unduh", "Mulai", "Coba sekarang" memberikan dorongan yang jelas dan tegas kepada audiens untuk bertindak. Hindari frasa ambigu atau pasif seperti "klik di sini" yang kurang menggugah.
2. Buat CTA Singkat, Padat, Mudah Dipahami
CTA yang efektif umumnya singkat dan jelas. Kalimat panjang bisa membuat pesan menjadi kurang jelas dan membingungkan.
3. Tawarkan Manfaat atau Nilai (Value) yang Jelas
Audiens cenderung merespon jika CTA menjanjikan sesuatu yang berharga seperti "Dapatkan diskon 50%", "Uji coba gratis", "E-book gratis sekarang" dan lain-lain.
4. Ciptakan Rasa Urgensi atau Kelangkaan
Dengan menambahkan elemen seperti "Hanya hari ini", "Terbatas", "Promo berakhir segera" sangat efektif untuk mendorong aksi cepat.
5. Desain dan Penempatan yang Menarik
CTA harus mudah terlihat dengan menggunakan warna kontras, ukuran tombol mencolok, dan tempatkan di lokasi strategis seperti atas lipatan, akhir artikel, atau area dengan perhatian tinggi.
6. Relevan dengan Audiens dan Konten
Pastikan CTA sesuai dengan konteks konten dan karakteristik audiens. CTA dari konten informatif berbeda dengan CTA untuk promosi penjualan. Sesuaikan gaya bahasa dan tawaran agar lebih relevan.
7. Uji dan Evaluasi (A/B Testing)
Penting untuk melakukan pengujian beberapa versi CTA mulai dari wording, warna, desain, hingga posisi tombol untuk melihat mana yang paling efektif.
Contoh CTA yang Menarik dan Efektif
1. "Daftar Sekarang dan Dapatkan Diskon 20%" - menawarkan nilai+urgensi.
2. "Uji Coba Gratis - Mulai Hari Ini" - cocok untuk produk/layanan dengan trial.
3. "Klik di Sini untuk Download E-book Gratis" - menarik bagi audiens yang mencari konten gratis.
4. "Beli Sekarang - Stok Terbatas!" - menggabungkan urgensi dan kelangkaan.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
1. CTA terlalu panjang atau berbelit sehingga membuat audiens bingung.
2. Menggunakan bahasa pasif atau tidak jelas.
3. CTA hanya berisi ajakan kosong tanpa benefit konkret.
4. Penempatan CTA tersembunyi atau visual tidak mencolok.
5. Tidak melakukan pengujian akan sulit mengetahui mana CTA yang benar efektif.
CTA bukan sekadar pelengkap. Namun, CTA merupakan elemen vital dalam copywriting yang menentukan apakah audiens kamu hanya membaca konten atau benar-benar mengambil tindakan.
Untuk membuat CTA yang efektif, kamu harus menggunakan kata kerja kuat, singkat, jelas, tawarkan benefit nyata, ciptakan urgensi atau kelangkaan, perhatikan desain dan penempatan, sesuaikan dengan audiens, dan lakukan A/B testis.
Dengan kombinasi ini, peluang audiens melakukan aksi yang kamu harapkan akan jauh lebih besar.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









