Apa Itu Copywriting? Ini Pengertian, Jenis, Teknik hingga Contohnya

AKURAT.CO Di era digital saat ini, konten tidak lagi cukup sekadar informatif. Namun, ia harus bisa "menjual." Inilah fungsi penting copywriting.
Copywriting bukan sekadar menulis artikel atau deskripsi produk. Tetapi ia merupakan seni dan strategi merangkai kata agar audiens tertarik, tergerak emosi, dan melakukan tindakan yang diinginkan.
Copywriting merupakan proses menulis materi pemasaran atau promosi dengan gaya persuasif, bertujuan mendorong audiens melakukan tindakan tertentu. Misalnya membeli produk, mendaftar layanan, menyumbang, atau klik ke halaman lain.
Lain halnya dengan penulisan biasa, copywriting memiliki tujuan jelas dan strategis.
Tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membujuk audiens agar mengambil keputusan.
Copywriting bisa tampil di berbagai macam media seperti iklan, deskripsi produk, landing page, email marketing, posting media sosial, brosur, bahkan naskah video atau audio.
Alasan Copywriting Penting
1. Membantu menarik perhatian konsumen dengan cepat.
2. Meningkatkan efektivitas promosi dan peluang konversi.
3. Membangun citra dan identitas merek melalui gaya bahasa dna storytelling yang konsisten.
4. Menyesuaikan pesan dengan media dan audiens yang berbeda sehingga komunikasi jadi lebih efektif, relevan, dan tepat sasaran.
Jenis-jenis Copywriting
1. Marketing Copywriting, bertujuan promosi produk/jasa.
2. Direct Response Copywriting, bertujuan membujuk audiens agar segera mengambil tindakan.
3. Brand Copywriting, bertujuan membangun identitas brand dan citra merek.
4. Social Media Copywriting, disesuaikan untuk platform media sosial.
5. SEO Copywriting, bertujuan menggabungkan penulisan persuasif dengan optimasi mesin pencari.
6. Technical/Informational Copywriting, bertujuan menjelaskan fitur, cara kerja, atau panduan dengan jelas dan mudah dipahami.
7. Email Copywriting/Direct Mail Copywriting, bertujuan menjalin komunikasi langsung dengan audiens dan menghasilkan respons.
Teknik dan Elemen Penting dalam Copywriting Efektif
1. Riset Audiens dan Produk
Pahami target audiens, apa kebutuhan dan masalah mereka, serta keunggulan produk/jasa yang ditawarkan.
2. Headline/Judul yang Menarik dan Menggugah
Judul atau kalimat pembuka menjadi kunci menarik perhatian. Headline yang kuat bisa membuat audiens lanjut membaca atau langsung melewati.
3. Menekankan Manfaat
Audiens perlu tahu "apa untungnya bagi mereka." Fokus ke manfaat atau solusi membuat copy lebih persuasif dibanding hanya fokus ke fitur.
4. Gunakan Bahasa Persuasif dan Emosional/Relevan
Copywriting yang efektif sering bermain dengan emosi, kebutuhan, rasa ingin tahu, atau rasa urgensi.
5. Ajakan Bertindak Jelas (CTA)
Setiap copy idealnya diakhiri dengan ajakan agar audiens tahu langkah berikutnya seperti beli, daftar, klik, hubungi, dan lain-lain.
6. Struktur yang Teratur dan Bahasa Mudah Dipahami
Paragraf pendek, kalimat jelas, dan alur yang logis membantu audiens memahami dengan cepat tanpa merasa terbebani.
7. Menyesuaikan Gaya Copy dengan Media dan Tujuan
Copy untuk iklan berbeda dengan untuk email, media sosial, atau artikel SEO. Kenali konteks dan sesuaikan gaya bahasa.
Contoh Situasi dan Bentuk Copywriting
1. Deskripsi produk di website dengan menekankan manfaat, kelebihan, solusi terhadap kebutuhan pengguna.
2. Slogan atau tagline brand untuk membangun identitas dan kesan merek.
3. Post media sosial atau caption menarik dengan CTA untuk menarik klik, komentar, atau follow.
4. Artikel blog atau konten web yang dioptimalkan kata kunci+ajakan bertindak untuk SEO sekaligus konversi.
5. Email promosi atau penawaran - menulis dengan gaya personal, persuasif, dan mengajak pembaca bertindak.
Copywriting bukan sekadar menulis, tetapi kombinasi seni, strategi, dan psikologi untuk membujuk audiens melalui kata.
Copywriting efektif mampu menarik perhatian, membangun minat, memancing keinginan, dan mendorong tindakan.
Agar copywriting Anda berhasil lakukan beberapa hal seperti berikut ini:
1. Pelajari audiens dan produk/jasa Anda.
2. Gunakan headline menarik, bahasa persuasif, dan fokus pada manfaat.
3. Buat struktur teks yang jelas, mudah dipahami, dan relevan dengan media.
4. Tambahkan CTA yang konkret dan ajak audiens untuk bertindak.
5. Pilih jenis copywriting sesuai tujuan seperti penjualan, branding, edukasi, atau SEO.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









