Kenapa Kita Sering Menyeberang Jalan Saat Melihat Orang Lain? Ini Penjelasan Psikologisnya

AKURAT.CO Pernahkah Anda sedang berjalan lalu tiba-tiba pindah ke sisi jalan lain hanya karena melihat seseorang datang dari arah berlawanan? Meskipun terlihat sepele dan spontan, keputusan itu sebenarnya tidak sepenuhnya tanpa alasan.
Menurut psikologi, tindakan ini adalah bentuk naluri untuk menjaga diri tetap aman dan nyaman.
Baca Juga: Penting! 4 Batasan Ini Wajib Anda Terapkan Saat Putus Cinta, Kata Psikolog
Ternyata, menghindari seseorang dengan menyeberang jalan bukan sekadar kebiasaan, tapi berkaitan dengan cara otak kita memproses situasi sosial dan potensi ancaman.
Ada beberapa faktor yang mendorong kita melakukannya.
1. Menjaga Diri dari Situasi yang Terlihat Berisiko
Kalau orang yang kita lihat tampak mencurigakan, menatap tajam, bertingkah aneh, atau terlihat agresif, tubuh secara otomatis menilai bahwa situasi itu tidak aman.
Terlebih jika kondisi sepi atau malam hari, rasa tidak nyaman bisa makin besar. Menyeberang jalan menjadi cara cepat untuk menciptakan jarak dan menghindari kemungkinan masalah.
2. Merespons Perasaan Tak Nyaman Secara Naluriah
Kadang, kita merasa "nggak enak" atau ada firasat aneh ketika melihat seseorang, walaupun tidak tahu kenapa.
Itu karena otak kita secara cepat menangkap isyarat nonverbal dari gerakan, ekspresi wajah, atau cara berjalan orang tersebut. Naluri ini bisa jadi alarm halus bahwa lebih baik kita menjaga jarak.
3. Menghindari Interaksi yang Tidak Diinginkan
Tak semua alasan berkaitan dengan bahaya. Terkadang, kita menyeberang hanya karena ingin menghindari percakapan. Mungkin kita mengenal orang tersebut, tapi sedang tidak ingin menyapa.
Atau bisa juga karena takut diminta sumbangan, ditawari produk, atau terlibat dalam obrolan yang tidak diharapkan. Dengan menyeberang, kita mengirim sinyal bahwa tidak ingin berinteraksi.
4. Mengatasi Rasa Canggung atau Cemas
Bagi sebagian orang, terutama yang punya kecemasan sosial, lewat berdekatan dengan orang lain saja bisa membuat stres.
Ketakutan akan kontak mata atau terganggunya ruang pribadi membuat mereka memilih untuk mengambil jalan memutar. Ini menjadi cara untuk merasa lebih tenang dan tidak tertekan.
5. Warisan Naluri Bertahan dari Masa Lalu
Di zaman dahulu, menghindari bahaya adalah kunci bertahan hidup. Leluhur kita belajar untuk menjauh dari hal-hal yang tampak mengancam. Meskipun sekarang kita hidup di kota, insting itu masih tertanam.
Menyeberang jalan bisa dianggap sebagai versi modern dari mekanisme bertahan hidup zaman dulu lebih aman, lebih tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina









