Generasi Y Dan Z Lebih Rentan Terhadap FOMO, Benarkah?

AKURAT.CO FOMO atau Fear of Missing Out adalah fenomena psikologis yang merujuk pada perasaan cemas dan kecemasan yang dirasakan seseorang ketika mereka merasa bahwa mereka sedang melewatkan sesuatu yang menarik atau menyenangkan yang sedang terjadi, khususnya dalam konteks media sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada klaim bahwa generasi Y (milenial) dan Z (generasi Z) lebih rentan terhadap FOMO daripada generasi sebelumnya. Namun, apakah klaim ini benar?
Apa Itu Generasi Y dan Generasi Z?
Generasi Y, juga dikenal sebagai Millennials, adalah kelompok orang yang lahir sekitar tahun 1981 hingga 1996. Mereka sering dianggap sebagai generasi pertama yang benar-benar tumbuh dengan teknologi digital yang berkembang pesat.
Generasi Z adalah kelompok orang yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012. Mereka adalah generasi yang benar-benar tumbuh besar dalam era digital, di mana media sosial dan teknologi seluler menjadi hal yang umum.
Apakah Generasi Y dan Z Lebih Rentan Terhadap FOMO?
Dikuti dari beberapa sumber, Senin (11/9/2023), klaim bahwa generasi Y dan Z lebih rentan terhadap FOMO sering kali didukung oleh beberapa faktor yang dapat merinci mengapa generasi ini mungkin lebih terpengaruh:
- Penggunaan media sosial yang intensif: Generasi Y dan Z cenderung lebih aktif di media sosial daripada generasi sebelumnya. Mereka sering menghabiskan lebih banyak waktu online dan lebih terlibat dalam berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
- Ketergantungan pada teknologi: Ketergantungan pada perangkat seluler dan akses ke internet telah menjadi norma bagi generasi ini. Mereka cenderung selalu terhubung dan berinteraksi dengan konten online, yang dapat meningkatkan perasaan FOMO itu sendiri.
- Perbandingan sosial: Kehadiran konten yang disaring dengan baik di media sosial dapat menciptakan perasaan tidak memadai atau kurang sukses jika dibandingkan dengan orang lain yang tampaknya memiliki kehidupan yang lebih menarik. Generasi Y dan Z sering melihat apa yang orang lain bagikan secara online dan membandingkannya dengan kehidupan mereka sendiri, yang dapat meningkatkan perasaan FOMO.
- Tekanan untuk "berhasil" secara sosial: Generasi ini sering merasa tekanan untuk mencapai prestasi dan kebahagiaan seperti yang terlihat dalam postingan media sosial teman-teman mereka. Hal ini dapat menciptakan ekspektasi yang tinggi dan perasaan FOMO ketika merasa tidak mencapainya.
- Konten yang disediakan 24/7: Generasi Y dan Z hidup dalam era di mana konten dan informasi selalu tersedia. Kemampuan untuk selalu terhubung dan terinformasi dapat memicu perasaan bahwa setiap momen yang dilewatkan adalah peluang yang hilang.
Namun, penting untuk diingat bahwa FOMO bukanlah masalah eksklusif generasi Y dan Z. Semua orang dari berbagai kelompok usia dapat merasakannya, terutama jika mereka memiliki akses ke media sosial. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perasaan FOMO dapat bervariasi dari individu ke individu, dan tidak selalu berkaitan dengan usia.
Bagaimana Mengatasi FOMO?
Untuk mengatasi FOMO, penting untuk mengembangkan kesadaran diri tentang perasaan ini dan mengambil langkah-langkah untuk mengelolanya. Beberapa langkah yang dapat membantu meliputi:
- Batas waktu online: Menetapkan batas waktu yang sehat untuk penggunaan media sosial dan teknologi.
- Fokus pada kehidupan nyata: Ingatkan diri sendiri untuk merenung dan menikmati momen dalam kehidupan nyata tanpa selalu membandingkannya dengan apa yang terjadi online. Habiskan waktu dengan aktivitas nyata, seperti olahraga, berkumpul bersama teman atau keluarga, atau melakukan hobi yang sedang diminati.
- Hargai diri sendiri: Ingatkan diri sendiri bahwa apa yang terlihat di media sosial tidak selalu mencerminkan realitas yang sebenarnya. Karena terkadang yang ditampilkan di media online hanyalah sebatas pencitraan.
- Berbicara dengan seseorang: Terkadang, berbicara dengan teman atau keluarga tentang perasaan FOMO dapat membantu mengatasi kecemasan dan menawarkan perspektif yang lebih sehat. Bicarakan kepada mereka, dan meminta saran atau masukan agar persaan lebih tenang.
Pada intinya, FOMO adalah fenomena sosial yang dapat memengaruhi siapa saja, dan bukan hanya generasi Y dan Z. Penting untuk merawat kesejahteraan mental dan emosional serta gunakanlah media sosial secara bijaksana dengan memprioritaskan kebahagiaan pribadi dan interaksi sosial yang sehat. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








