IMF: Utang Publik AS Meningkat, Stabilitas Ekonomi Kian Rentan

AKURAT.CO Dana Moneter Internasional (IMF) menilai defisit anggaran dan rasio utang tinggi membuat ekonomi AS semakin rentan, di tengah kebijakan tarif impor yang berulang.
Menurut hasil laporan IMF dikutip dari laman reuters menyebutkan bahwa rasio utang publik terhadap PDB AS meningkat signifikan, sementara utang jangka pendek terhadap PDB juga melonjak.
Sehingga kondisi tersebut, menurut IMF, “mewakili risiko stabilitas yang semakin besar bagi ekonomi AS dan global.”
Baca Juga: IMF Usulkan Pajak Naik, Menkeu Purbaya: Jangan Bikin Rakyat Makin Tertekan!
Tarif impor baru sebesar 10% mulai berlaku Selasa, dengan rencana kenaikan menjadi 15% oleh Presiden Donald Trump.
Pemerintah AS menyebut krisis neraca pembayaran sebagai dasar, meski banyak ekonom menilai alasan tersebut kontroversial.
Sejak 2018, AS menerapkan tarif impor tertinggi hampir satu abad untuk mendorong investasi domestik. Mahkamah Agung sempat membatalkan beberapa kebijakan tarif, memaksa pemerintah mencari alternatif hukum.
Secara historis, fiskal AS yang longgar ditambah ketidakpastian perdagangan sering memengaruhi aliran modal internasional, nilai tukar, dan volatilitas harga komoditas.
Baca Juga: Akui Ketangguhan RI, IMF Taksir Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,1 Persen
Kombinasi tarif tinggi dan risiko fiskal dapat menekan kepercayaan investor, memicu capital outflow, serta menimbulkan volatilitas di pasar obligasi dan saham global.
Negara berkembang, termasuk Indonesia, bisa merasakan tekanan pada nilai tukar dan pasar keuangan domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








