Akurat

Peringkat Kredit Anjlok, Beban Bunga dan Utang AS Meningkat

Demi Ermansyah | 18 Mei 2025, 18:35 WIB
Peringkat Kredit Anjlok, Beban Bunga dan Utang AS Meningkat

AKURAT.CO Penurunan peringkat kredit Amerika Serikat oleh Moody’s Ratings menjadi Aa1 membuka babak baru ketidakpastian ekonomi global.

Moody’s menyalahkan konflik politik yang berlarut-larut antara Kongres dan pemerintahan sebagai penyebab utama kegagalan pengendalian defisit anggaran dan utang negara.

Langkah Moody’s ini mengikuti langkah Fitch dan S&P yang lebih dulu memangkas peringkat triple-A AS. Meski ekonomi AS tetap kuat secara struktural, Moody’s menilai tekanan fiskal dan kebuntuan politik membuat prospek jangka panjang menjadi rapuh.

Baca Juga: Inflasi AS Melemah, Harga Pangan Turun Tajam di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Dikutip dari laman reuter, pemerintah dan Kongres AS tengah bersitegang membahas rancangan undang-undang perpajakan baru yang diperkirakan akan menambah utang hingga triliunan dolar. Pada saat yang sama, paket reformasi Partai Republik gagal diloloskan akibat perpecahan internal.

Situasi ini memperkuat anggapan bahwa krisis fiskal AS bukan hanya soal angka, tapi juga ketidakmampuan pengambil kebijakan mencapai konsensus.

“Ketidakpastian kebijakan dan manuver politik yang terus terjadi telah merusak kredibilitas fiskal jangka panjang AS,” ujar Analis Brandywine Global, Tracy Chen.

Baca Juga: Trumpnomics dan Bayang-bayang Inflasi AS yang Kian Menghantui

Para ekonom juga menyoroti rasio utang terhadap PDB yang sudah menyentuh 100%, dan diperkirakan mencapai 107% pada 2029.

Naiknya beban bunga serta belanja sosial menjadi kombinasi risiko yang memperburuk outlook fiskal negara itu.

Penurunan peringkat ini membuat posisi dolar dan obligasi AS sebagai aset aman global mulai dipertanyakan.

Investor kini bersikap lebih waspada, di tengah meningkatnya volatilitas pasar akibat ketidakpastian arah kebijakan ekonomi Amerika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.